Usut Rusuh 22 Mei, Polri Perlu Libatkan Tim Independen

- Pewarta

Senin, 8 Juli 2019 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Direktur Lokataru Haris Azhar menyarankan kasus kerusuhan 22 Mei 2019 sebaiknya ditelusuri oleh tim independen. Ia merasa penyelidikan yang dilakukan oleh Polri sulit memenuhi kriteria objektivitas.

Haris merasa tim independen bakal lebih dipercaya publik bila diisi oleh orang-orang dari berbagai lembaga dan organisasi terkait. Dengan demikian, publik tak akan berpikir bahwa hasil penyelidikan dimanipulasi oleh kepolisian.

“Masalah ini harusnya ada tim yang lebih independen untuk maju menjelaskannya, enggak bisa polisi sendiri. Polisi kalau begitu namanya hanya self-claim. Boleh saja, tapi kalau mau lebih objektif harus ada pihak lain,” katanya pada Republika, Minggu (7/7/2019).

Haris meminta kepolisian lebih transparan soal proyektil peluru yang menyebabkan korban tewas. Selama ini, polisi enggan membeberkan secara rinci perihal metode penyelidikan proyektil.

“Proyektil pelurunya mana? proyektilnya diambil diuji secara teknologi hasilnya keluar, otentifikasinya harus ada. Itu mengakibatkan apa, dari senjata mana harus ada. Perlu ditunjukan metode (penyelidikan proyektil) yang masuk akalnya,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyayangkan kepolisian yang belum mampu menangkap pelaku penembakan. Padahal kepolisian memiliki kemampuan personel maupun teknologi guna mengungkap kasus kejahatan.

“Kalau enggak ditangkap itu kegagalan polisi buat nangkap. Kenapa kalau proyektil dipublikaskan, tapi pas gagal nangkap orang enggak mengakui,” ucapnya.

Hingga saat ini, penembak korban tewas dalam kerusuhan 22 Mei, Harun Al-Rasyid belum tertangkap. Polri mengklaim pelaku menggunakan senjata non-organik atau senjata bukan untuk keperluan militer. Hal itu diketahui dari kaliber proyektil yang ditemukan oleh penyidik Polri.

Polisi telah melakukan uji balistik terhadap dua proyektil yang ditemukan di badan saat autopsi, yakni proyektil dalam tubuh Harun Al Rasyid berkaliber 9,17 mm dan Abdul Aziz berkaliber 5,56 mm. Sementara untuk penembak Harun Al-Rasyid, polisi telah mengantongi ciri-cirinya, yakni tinggi badan 175 cm, berbadan kecil dan berkulit muka gelap. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB