![]() |
SINGAPURA, 24 Mei 2026 /PRNewswire/ — Tren AI di Asia Tenggara yang beralih dari sekadar eksplorasi menuju penerapan nyata di dunia usaha menjadi sorotan utama dalam ajang Asia Tech x Enterprise (ATxEnterprise/ATxE) 2026, bagian dari Asia Tech x Singapore (ATxSG), ajang yang digelar oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) dan Informa Festivals. Berlangsung di Singapore EXPO, ajang ini mencatat lebih dari 120.000 interaksi bisnis serta menghadirkan peserta pameran dan pembicara internasional yang mencapai 55% dari total peserta. Mereka berasal dari Asia Tenggara, Tiongkok Raya, Jepang, Eropa, dan Amerika Utara. Capaian tersebut semakin mempertegas posisi Singapura sebagai gerbang strategis yang menghubungkan inovasi global dengan perkembangan ekonomi digital Asia.
ATxEnterprise 2026 juga mencerminkan perubahan yang lebih luas di Asia Tenggara. Pelaku usaha kini tidak lagi sekadar bereksperimen dengan AI, namun mulai mengintegrasikannya dalam strategi bisnis jangka panjang. Melibatkan lebih dari 700 peserta pameran yang menempati 35 paviliun, ATxE mempertemukan berbagai perusahaan, sektor industri, dan teknologi yang mendorong pertumbuhan di bidang AI, komputasi awan, keamanan siber, satelit, media, dan infrastruktur digital.
Lebih dari 450 pembicara, termasuk pembuat kebijakan dan pemimpin industri, turut berpartisipasi dalam ATxE 2026. Selain perusahaan global seperti Microsoft dan TikTok, ajang ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, serta para duta besar dan pemimpin perdagangan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Eropa. Agenda diskusi mencakup peluang dan tantangan yang menentukan masa depan ekonomi digital di Asia Tenggara, mulai dari penerapan AI yang berdaulat hingga penguatan konektivitas regional.
Adopsi AI Meluas ke Berbagai Sektor Industri
Salah satu indikator tren tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi sektor-sektor yang berada di luar industri teknologi. Sektor rantai pasok, logistik, dan transportasi mencatat kenaikan jumlah pembeli korporasi VIP sebesar 500%. Peningkatan juga terjadi di sektor kesehatan dan farmasi sebesar 320%, ritel dan FMCG 80%, manufaktur 37%, serta perbankan dan jasa keuangan 32%.
Permintaan lintas-sektor ini menunjukkan peran AI yang kini semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha. Aktivitas bisnis dalam ajang tersebut juga didorong oleh peserta dari kalangan pengambil keputusan, tecermin dari 71% pengunjung yang berasal dari level manajerial atau lebih tinggi. Untuk mendukung kolaborasi bisnis dan kerja sama lintasnegara, ATxE menghadirkan berbagai program jejaring (networking) seperti ATxConnect, Hosted Buyer Programme, dan Startup Pitch Sessions.
Mendorong Agenda Transformasi AI dan Digital Asia Tenggara
Berbagai diskusi dalam ATxEnterprise 2026 berfokus pada fondasi yang diperlukan untuk menjaga pertumbuhan digital jangka panjang, termasuk kesiapan tenaga kerja, ketahanan siber, ekosistem digital yang tepercaya, serta koordinasi regional.
Dalam pidato pembukaan, Menteri Senior yang memimpin Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, Tan Kiat How, membahas upaya Singapura untuk menjadikan AI lebih praktis dan mudah diakses oleh pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Sejumlah inisiatif baru juga dilansir guna mempercepat adopsi AI dan memperkuat ketahanan siber perusahaan. Salah satunya, peluncuran AI for Enterprise Impact Playbook, panduan yang disusun berdasarkan masukan lebih dari 1.000 perusahaan untuk membantu pelaku usaha yang telah menguasai kapabilitas digital agar menentukan langkah selanjutnya dalam pemanfaatan AI. IMDA juga menjalin kemitraan dengan Grab dan RSM Stone Forest IT untuk mendukung Digital Enterprise Blueprint, strategi nasional yang membantu transformasi digital UKM melalui dukungan dari penyedia teknologi terkemuka. Selain itu, Tan Kiat How turut mengumumkan penyelenggaraan edisi perdana SME AI Impact Awards 2026 guna mendorong semakin banyak UKM mengadopsi teknologi AI.
Event Director, ATxSG di Informa Festivals, Joyce Wang, mengatakan, "Tingkat konvergensi yang terjadi tahun ini di berbagai industri, pasar, dan kelompok kepemimpinan menjadi salah satu hal yang paling menonjol. Agenda diskusi kini tidak lagi mempersoalkan, apakah AI akan diadopsi, melainkan bagaimana perusahaan dan pemerintah dapat menerapkan AI secara bertanggung jawab, aman, dan kolaboratif dalam skala yang lebih luas di kawasan. ATxEnterprise telah menjadi platform yang mengubah diskusi tersebut menjadi kemitraan nyata, solusi praktis, dan hasil bisnis yang terukur."
ATxEnterprise akan kembali digelar di Singapore EXPO pada 26-28 Mei 2027.
Tentang Asia Tech x Singapore (ATxSG)
ATxSG 2026 adalah ajang teknologi terkemuka di Asia yang digelar Infocomm Media Development Authority (IMDA) dan Informa Tech, serta didukung Singapore Tourism Board (STB). Ajang ini terdiri atas tiga segmen utama, ATxSummit, ATxEnterprise, dan ATxInspire.
Tentang Informa Festivals
Informa Festivals menyelenggarakan berbagai ajang teknologi terkemuka dunia, termasuk London Tech Week, Africa Tech Festival, dan Asia Tech x Singapore. Lewat ajang tersebut, Informa Festivals mempertemukan pemimpin global yang berasal dari perusahaan, pemerintah, usaha rintisan, dan sektor investasi untuk membahas teknologi yang menentukan masa depan ekonomi digital. Informa Festivals merupakan bagian dari Informa PLC, grup usaha global yang mengadakan ajang tatap muka (Live Event) untuk segmen B2B, Layanan Digital B2B, dan Pasar Akademik. Informasi selengkapnya: https://www.informa.com/divisions/informa-festivals/





