Yorrys : Turbulensi Politik Tidak Bisa Jadi Pembenar Suara Golkar Turun

- Pewarta

Selasa, 23 Juli 2019 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Politisi senior Partai Golkar Yorrys Raweyai menilai turbulensi politik yang terjadi di Partai Golkar karena sejumlah kadernya terjerat kasus hukum tidak bisa dijadikan pembenar adanya penurunan suara partai tersebut di Pemilu 2019.

Golkar partai modern, menurut dia, Yorrys harus melakukan evaluasi dan merumuskan kebijakan agar posisinya tetap kokoh meski ada dinamika di internal partai.

“Ke depan, Partai Golkar harus demokratis dan efektif, dalam arti harus ada perbaikan terus menerus atas capaian Partai Golkar. Kemarin target kita 110 kursi, tapi turun dengan banyak alasan seperti turbulensi dan lainnya tapi itu semua tidak bisa jadi alasan,” kata Yorrys dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dia kembali mendorong adanya rapat pleno DPP Golkar untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Yorrys mengatakan, evaluasi kinerja pengurus biasa dilakukan secara berkala DPP Partai Golkar setelah melalui peristiwa-persitiwa politik di tanah air seperti pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif hingga pemilu presiden.

“Pilkada, pemilu legislatif, pilpres sudah selesai, maka DPP Golkar harus segera melakukan rapat pleno mengevaluasi itu semua, untuk kemudian dibawa ke Rapimnas dan diantarkan ke Munas,” ujarnya.

Dia menilai salah satu hal yang harus dievaluasi adalah perolehan kursi Partai Golkar di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, dari 110 kursi yang ditargetkan, partainya hanya meraih 85 kursi.

Yorrys juga mengatakan, Golkar menjadi satu-satunya partai pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang mengalami penurunan perolehan kursi DPR dan tidak mendapatkan efek ekor jas atau “coattail effect” dari paslon nomor urut 01.

“Padahal di pemilu 2019 ada penambahan daerah pemilihan dan kursi, ada 15 kursi tambahan di DPR RI. Tapi Golkar justru memperoleh 85 kursi, evaluasi perolehan kursi itu penting, karena itu yang jadi sumber persoalan hari ini,” katanya. (ibl)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB