PKB Siapkan Kader untuk Posisi Menteri Kabinet Jokowi-Amin

- Pewarta

Senin, 14 Oktober 2019 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu kembali untuk membangun dan memajukan Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu kembali untuk membangun dan memajukan Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Adilmakmur.co.id, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa mulai menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk posisi menteri pada kabinet menjelang pelantikan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

“PKB selalu siap untuk diajak bicara tentang komposisi kabinet dan menyiapkan kader terbaiknya untuk duduk di kursi menteri,” kata Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren, KH M Yusuf Chudlori, saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Minggu.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yusuf, hal yang dilakukan partainya terkait komposisi kabinet itu sangat wajar karena PKB adalah partai pengusung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Gus Yusuf bahkan menyatakan, PKB menjadi faktor penentu kemenangan pasangan Capres Jokowi-Amin, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Dalam koalisi itu, PKB tidak hanya sebatas pengusung, tapi sangat terasa struktur dan caleg-caleg PKB bergerak masif untuk memenangkan pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujarnya.

Selain itu, PKB juga menjadi salah satu faktor penentu kemenangan pasangan Capres Jokowi-Amin melalui kerja keras jaringan perempuan Nahdlatul Ulama yang dikonsolidasi Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziyah yang diakui oleh para pengamat politik dengan membandingkan hasil Pilgub Jateng 2018.

Gus Yusuf juga mengungkapkan peran PKB dalam menangkal isu-isu negatif bagi pasangan Capres Jokowi-Amin pada Pilpres yang lalu dengan membuka lebar ruang ke pondok-pondok pesantren.

“Seperti kita tahu, menjelang pilpres suasana pembelahan masyarakat sangat terasa, bahkan menjurus perpecahan dengan isu SARA. Dengan hadir di pondok pesantren saja, secara otomatis menepis isu negatif yang menimpa Pak Jokowi, bahkan kiai-kiai PKB dalam setiap pengajiannya tidak pernah capai menjelaskan sosok Pak Jokowi dan prestasinya serta menangkal isu-isu negatif. Saya kira Pak Jokowi paham ini,” katanya.

Hasil rekapitulasi KPU untuk Pilpres di Jawa Tengah, Jokowi-KH Ma’ruf Amin mendapat jumlah suara yang spektakuler dengan meraih 16.825.511 suara atau 77,29 persen suara sah.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 4.944.447 suara atau 22,71 persen dari total suara sah.

Dengan demikian, ada selisih 11.881.064 suara antara pasangan calon nomor 01 dan nomor 02.

Jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2014, imbuh Gus Yusuf, jelas kenaikan perolehan suara capres yang diusung PKB di Jawa Tengah sangat signifikan.

Saat itu suara Jokowi-Jusuf Kalla mencapai 12.959.540 suara, sedangkan perolehan Prabowo-Hatta sebanyak 6.485.720 suara dengan selisih suara masing-masing pasangan sebanyak 6.473.820 suara.

Soal jatah menteri untuk PKB, Gus Yusuf menjelaskan bahwa PKB merasionalisasi dukungan kerja keras PKB dengan alokasi kursi menteri.

“Pada 2014, PKB mendapat empat kursi. Kalau hari ini diberi lima menteri, saya kira wajar dan logis. Saya optimistis Pak Jokowi menaruh perhatian terhadap peran PKB dan jatah menteri untuk PKB,” ujarnya.

Gus Yusuf juga menyarankan agar sebaiknya partai koalisi juga diajak bicara terkait figur menteri, terutama yang merepresentasikan kader partai.

“Memang soal menteri adalah hak prerogratif Presiden, tapi kalau kader partai sebaiknya merupakan rekomendasi dan perintah dari ketua partai. Kalau PKB ya harus atas perintah Ketum PKB Muhaimin Iskandar karena ini akan lebih bisa dikontrol program-programnya kelak,” katanya. (wan)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB