Gabah Mahal, Harga Beras Ikut Naik

- Pewarta

Kamis, 29 November 2018 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ERWIN R WIDIAGIRI/

ERWIN R WIDIAGIRI/"KP" Menurunnya hasil panen padi di sejumlah daerah hingga mencapai 30 persen akibat anomali cuaca berdampak terhadap harga beras di pasaran Cikurubuk Kota Tasikmalaya merangkak naik, dipicu pula peningkatan permintaan pasar dalam menghadapi bulan puasa. Terlihat pemilik kios beras sedang melayani pembeli di Blok C1.*

Adilmakmur.co.id, Indramayu – Memasuki musim paceklik, harga beras di pasaran mulai merangkak naik. Kenaikan dipicu mahalnya harga gabah seiring tuntasnya musim panen raya padi. Saat ini saja, harga gabah kering giling mencapai Rp 6.000/kg.

Salah seorang pedagang beras di Kecamatan Anjatan, Ny Jani menyebutkan semua jenis beras mulai mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Harga beras kualitas medium misalnya, harganya menanjak mulai Rp 9.000-Rp 12 ribu bergantung jenis dan kualitasnya. Semula harganya di kisaran Rp 8.500 sampai Rp 11 ribu/kg.

“Mulai naik, harga gabahnya tinggi sih. Musim panennya mulai habis, tinggal yang diutara saja,” kata dia kepada Radar, Selasa (27/11/2018).

Sebagai pedagang kecil, dia mencoba untuk menahan kenaikan harga beras jualannya tidak terlalu tinggi. Siasatnya dengan menggiling gabah simpanan ketimbang membeli gabah yang baru hasil panen. “Gak apa-apa untung sedikit daripada pelanggan keberatan harganya naik,” tutur dia.

Bandar beras, Rusnadi mengungkapkan, sejatinya kenaikan harga beras yang dijual oleh para pedagang lokal masih tahap wajar. Mereka tidak terlalu berharap untung besar, yang terpenting usaha lancar.

Berbeda dengan pedagang di kota-kota besar yang mengandalkan kiriman beras dari daerah. Mereka cenderung menghitung untung, rugi serta risiko secara teliti karena melibatkan modal yang tidak sedikit.

“Padahal harga beras di sini masih wajar-wajar saja, tapi di kota-kota malah melonjaknya tidak ketulungan,” kata dia dengan nada heran.

Namun diakuinya, turun naiknya harga beras dan gabah bergantung siklus. Di saat kondisi seperti ini, harganya cenderung bakalan naik karena sebagian besar petani baru memulai musim tanam. Demikian, seperti dilansir Radarcirebon.com. (*)

Berita Terkait

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:17 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:05 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 14:15 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 13:52 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB