Wapres Tanggapi Dugaan Anggota KPI Radikal

- Pewarta

Rabu, 31 Juli 2019 - 03:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi adanya dugaan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aswar Hasan yang diduga mendukung gerakan radikal karena aktif dalam Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Aswar itu orang baik dan moderat, tidak radikal. Dia pernah jadi sekretaris KPPSI di Sulawesi Selatan. Komite itu mencakup seluruh organisasi Islam di Makassar, dulu, apakah itu Muhammadiyah, NU, ikut semua pada saat pembentukan itu,” kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Wapres menekankan bahwa KPPSI bukanlah organisasi yang mengarah ke radikalisme. Justru, keberadaan Komite dan Aswar di situ adalah untuk meredam adanya upaya radikal.

“Lembaga itu bukan lembaga radikal, dan Aswar itu bukan orang radikal, justru dia meredam keinginan-keinginan orang yang mau macam-macam,” tambahnya.

Syariat Islam seharusnya bukan menjadi hal yang harus diperdebatkan, kata JK, karena sebenarnya syariat tersebut bertujuan untuk mengajak umat Islam menjalankan ibadah dengan baik.

“Kalau kita shalat secara Islam, kita puasa secara Islam, kita berbagi yang pantas untuk orang; itu syariat Islam. Ya cara itu biasa-biasa saja, jadi tidak ada unsur radikalisme dalam melaksanakan syariat itu,” tegasnya.

Azwar Hasan, yang juga mantan ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sulawesi Selatan, terpilih sebagai calon anggota KPI Pusat periode 2019-2022 bersama delapan orang lainnya. Delapan anggota lain ialah Nuning Rodiyah, Mulyo Hadi Purnomo, Agung Suprio, Yuliandre Darwis, Hardly Stefano, Irsal Ambia, Mimah Susanti dan Mohamad Reza.

DPR telah mengirimkan nama-nama calon anggota KPI Pusat periode 2019-2022 kepada Presiden Joko Widodo untuk dilantik. (fra)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB