ICW : Pansel Pimpinan KPK Jangan Fokus pada Isu Radikalisme

- Pewarta

Kamis, 18 Juli 2019 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Rangkaian proses seleksi capim KPK memasuki tahapan uji kompetensi, Kamis (18/7/2019). Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz berharap, Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK dapat bekerja secara maksimal.

Donal Fariz mengaku akan terus mengawal proses seleksi tersebut. Ia berharap pansel dapat menggunakan indikator penilaian yang obyektif. Sehingga indikator tersebut menghasilkan calon yang sesuai dengan kebutuhan KPK secara kelembagaan.

“Belum terlambat untuk mengoreksi logika cara kerja pansel,” kata Donal Fariz di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV D nomor 6, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Salah satu poin yang disoroti ICW adalah masalah radikalisme. Ia menyayangkan, sebagian anggota pansel justru fokus pada isu tersebut. Padahal, isu radikalisme bukanlah isu krusial dalam mencari pimpinan KPK.

“Kita sedang mencari pimpinan KPK, bukan mencari pimpinan BNPT. Seharusnya yang disorot adalah integritasnya. Orang berintegritas pasti tidak akan mendukung kelompok-kelompok radikal semacam itu,” ucapnya.

Selanjutnya, ICW juga menyoroti sebagian anggota pansel yang beranggapan bahwa KPK adalah representasi lembaga penegak hukum lain. Lantaran itu muncul sikap menganak-emaskan sejumlah lembaga penegak hukum. Padahal seharusnya pansel bekerja secara obyektif.

“Tidak ada satupun pasal di dalam undang-undang KPK yang menyebutkan bahwa unsur pimpinan KPK itu berasal dari Kepolisian atau Jaksa atau berasal dari hakim peradilan,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia berharap poin-poin tersebut menjadi bahan koreksi bagi pansel. Setidaknya masing-masing anggota dapat saling mengingatkan anggota lainnya.

Ia menegaskan, pansel merupakan tumpuan utama proses seleksi pimpinan KPK. Meskipun nantinya ada tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hal itu tidak berdampak signifikan karena uji kelayakan dan kepatutan hanya akan memetakan jaringan setiap calon.

“Jadi yang dicari di DPR (fit and proper test) itu golongan darahnya. Merahkah, kuning kah? Begitu kira-kira,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB