Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Di balik glamor proyek resor 990 hektare, ada kisah petani yang terancam kehilangan tanah. Bagaimana aturan negara dan dampaknya bagi ekonomi lokal?

- Pewarta

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Petani Vietnam Terancam Tergusur Proyek Resor dan Golf Donald Trump. (Pixabay.com/Efraimstochter)

Ribuan Petani Vietnam Terancam Tergusur Proyek Resor dan Golf Donald Trump. (Pixabay.com/Efraimstochter)

DI SEBUAH  desa di Vietnam utara, malam-malam terasa panjang dan gelisah.

Bukan karena hujan atau gagal panen, melainkan ancaman hilangnya tanah yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan.

Di hamparan sawah dan kebun itu, lengkeng, pisang, dan aneka buah tropis tumbuh subur.

Namun, sebentar lagi tanah itu akan berubah menjadi resor mewah dan lapangan golf seluas 990 hektare.

Proyek ini melibatkan perusahaan real estat Vietnam, Kinhbac City, yang bekerja sama dengan perusahaan milik Donald Trump.

Trump disebut akan menerima lisensi senilai 5 juta dolar AS dan nantinya mengelola kawasan tersebut.

Kekhawatiran Warga Desa Meningkat

Nguyen Thi Huong, seorang petani berusia 50 tahun, mengaku tak bisa tidur nyenyak sejak menerima kabar itu.

Ia bersama ribuan petani lain telah mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah setempat.

“Kami khawatir semua akan kehilangan pekerjaan,” kata Huong kepada Reuters.

Menurutnya, kompensasi yang ditawarkan terlalu kecil untuk memulai hidup baru.

Pemerintah menawarkan ganti rugi sekitar 12 hingga 30 dolar AS per meter persegi.

Nilainya setara Rp 192 ribu hingga Rp 480 ribu per meter, tergantung lokasi lahan.

Bagi petani dengan lahan sempit, kompensasi itu hanya cukup untuk bertahan beberapa bulan.

Selain uang, mereka dijanjikan bantuan beras selama dua bulan hingga satu tahun.

Aturan Kepemilikan Lahan yang Mengikat

Di Vietnam, seluruh tanah adalah milik negara. Warga hanya memegang hak guna atas lahan pertanian dalam ukuran terbatas.

Jika pemerintah memutuskan mengambil kembali lahan tersebut, warga tak memiliki kekuatan hukum untuk menolak.

Protes sering dilakukan, tetapi jarang membuahkan hasil. Sistem ini membuat setiap proyek besar berpotensi memicu konflik.

Terutama jika proyek tersebut menyentuh wilayah yang telah lama menjadi basis ekonomi warga.

Proses Pengambilalihan Lahan

Menurut dokumen yang diperoleh Reuters, proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan wisata strategis.

Kinhbac City bertugas membebaskan lahan dan menyiapkan infrastruktur dasar.

Setelah rampung, pengelolaan akan dipegang oleh perusahaan Donald Trump.

Pemerintah daerah berperan menentukan besaran kompensasi final dan jadwal pengosongan lahan.

Beberapa perwakilan petani menyebut negosiasi berlangsung cepat dan tanpa ruang untuk tawar-menawar.

“Kami hanya diberi pilihan menerima atau pergi,” ujar salah satu perwakilan yang enggan disebut namanya.

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Mengintai

Hilangnya lahan akan memutus rantai ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada pertanian.

Dari pedagang bibit, pengangkut hasil panen, hingga pasar desa, semua akan terdampak.

Ahli kebijakan publik dari Universitas Sosial Hanoi, Tran Minh Duc, menilai proyek semacam ini perlu kajian dampak sosial yang mendalam.

“Bukan hanya soal ganti rugi, tetapi bagaimana warga bisa bertahan setelah tanahnya hilang,” katanya.

Jika rencana tetap berjalan, desa itu akan segera berubah wajah.
Yang tersisa hanyalah ingatan tentang tanah yang pernah menghidupi ribuan keluarga.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post
Seorang WNI Meninggal Dunia di Kawasan Jashore, Imbas Kerusuhan yang Terjadi di Negara Bangladesh

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB