Ketua Korpri : Tunjangan Hari Tua ASN Diusulkan Rp1 Miliar, Iuran Naik 10-15 Persen

- Pewarta

Senin, 24 Februari 2020 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Umum Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan telah merancang skema pensiun dan tunjangan hari tua Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Skema pensiun harus diubah, supaya tunjangan hari tua bisa Rp1 miliar. Jadi iurannya dinaikkan 10-15 persen dari take home pay,” kata Zudan.

Dia menegaskan hal ini tidak akan membebani APBN karena tidak menggunakan uang negara. Skema ini juga telah diberikan kepada PT Taspen (Persero) untuk kemudian ditindaklanjuti. “Skemanya sudah diberikan ke PT Taspen, dan mereka siap menampung itu,” katanya.

Zudan menjelaskan, pemberian uang pensiun PNS Rp1 miliar menjadi salah satu opsi yang diusulkan. Bila opsi pemberian Rp1 miliar diterapkan, kata dia, Korpri mengusulkan agar iuran PNS pensiun dinaikkan.

Dia mengatakan, sejauh ini Korpri baru sekadar memberikan rancangan, skema pensiun dan tunjangan hari tua. Tapi kata dia, skema pensiun PNS harus diubah demi kemakmuran pensiunan PNS.

Selama ini lanjut Zudan, iuran pensiun PNS hanya 4,75 persen dari total pendapatan yang diterima seorang PNS. “PNS nantinya diperbolehkan menambah iurannya hingga 15 persen, sebelum diputuskan secara nasional oleh pemerintah” ujarnya.

Direktur Operasional PT Taspen (Persero), Mohamad Jufri juga telah menyampaikan kesiapan untuk mengelola dana pensiun PNS. “Kami sudah berkoordinasi dengan Ditjen Disdukcapil dan kementerian terkait, tinggal aturannya saja yang dibuat,” ujarnya.

Karena itu katanya PNS tidak perlu takut dana pensiunnya hilang. Sebab perusahaan plat merah tersebut tidak akan menginvestasikan dana itu ke pasar saham. “Prinsip investasinya bukan untuk mencari keuntungan, tapi bagaimana supaya tidak rugi, jadi kami investasi aman,” katanya.

Pemerintah berencana mengubah skema pembayaran dana pensiun PNS. MenPAN-RB Tjahjo Kumolo mengaku telah berdiskusi dengan PT Taspen. Dalam diskusi itu, Tjahjo berharap dana PNS dikelola dengan baik sehingga dapat diakumulasikan menjadi dana pensiun yang maksimal ketimbang dana pensiun yang saat ini baru mencapai puluhan juta. (xne)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB