Indonesia Negatif Virus Corona, Ini Pernyataan WHO Hingga Kemenkes

- Pewarta

Kamis, 13 Februari 2020 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pada Selasa (11/02/2020) tercatat sudah ada 43.173 kasus orang didiagnosa terkena virus corona. Namun di Indonesia belum ada satu pun kasus virus corona yang terkonfirmasi positif. Ini pernyataan dari WHO hingga Kemenkes.

Beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi kalau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi penyebaran virus corona yang baru yakni Coronavirus 2019-nCoV.

Menanggapi hal ini, pihak WHO hingga Kemenkes memberikan pernyataan. Ini beberapa pernyataan tentang negatifnya Indonesia Coronavirus.

1. Kekhawatiran Ahli Harvard

Peneliti dari Harvard University memprediksi virus corona (2019-nCoV) seharusnya sudah masuk Indonesia berdasarkan volume penerbangan dari dan ke Wuhan.

Dikutip dalam detikHealth, Dr N. Paranietharan selaku perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut studi ini sebagai model saja. “Kami sebagai WHO tidak mengambil kesimpulan hanya dari prediksi dan model saja. Kami menunggu ada bukti,” kata Paranietharan (11/2/2020).

Riset peneliti dari Harvard University yang jadi perbincangan membuat model regresi linear untuk mengidentifikasi tempat-tempat dengan potensi kasus ‘uderdetected’ di berbagai negara.

“Indonesia belum melaporkan adanya kasus, dan seharusnya Anda sudah menemukannya beberapa,” kata salah seorang peneliti, Marc Lipsitch yang dikutip dari IBTimes.

Hal ini yang membuat pihak peneliti Harvard University khawatir. Di negara berpenduduk 270 juta orang ini. Padahal, negara tetangga seperti Singapura, Filipina, Malaysia, Australia, Vietnam, dan Kamboja sudah mengonfirmasi sejumlah kasus virus corona yang terjadi di negara mereka.

Mengenai hal ini, Terawan menegaskan pemerintah tidak menutup informasi mengenai ada atau tidaknya virus tersebut di Indonesia.

Terawan mempersilakan peneliti dari Harvard untuk melihat laboratorium untuk menguji ada atau tidaknya virus corona. Indonesia hingga saat ini belum mengkonfirmasi wabah virus corona.

2. Peringatan WHO

Dilansir dalam The Sydney Morning Herald, sebelumnya WHO mengingatkan agar Indonesia berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan wabah virus corona di tengah kekhawatiran belum adanya satu pun temuan kasus.

WHO juga menghimbau agar Indonesia tetap meningkatkan pengawasan, deteksi kasus dan persiapan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk apabila terjadi wabah.

Badan organisasi kesehatan dunia (WHO), menilai Indonesia telah siap dalam menghadapi wabah virus Corona. WHO menganggap Indonesia memiliki sistem peringatan dan respons dini yang berfungsi dengan baik.

Salah satu contohnya, alat pemindai suhu tersebut yang tersebar di beberapa titik di kawasan bandara hingga pelabuhan. Selain itu, rumah sakit di Indonesia sudah memiliki fasilitas lengkap.

3. Tanggapan Menkes

Terkait sejumlah pemberitaan terkait dugaan penyebaran virus corona di Indonesia, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat menanggapi hasil penelitian Harvard yang menyebut virus Corona sudah masuk ke Indonesia.

Terawan mengatakan peralatan yang digunakan Indonesia sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Terawan menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan virus Corona di Indonesia sudah sesuai dengan standar Internasional.

Bahkan, Terawan mempersilahkan WHO untuk mengikuti proses observasi dan pendeteksian virus Corona di Indonesia. (ktn)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB