Antam Novambar Mengaku Tidak Pernah Baca UNCAC

- Pewarta

Rabu, 28 Agustus 2019 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Calon pimpinan KPK dari unsur Polri Antam Novambar mengaku belum pernah membaca Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi atau lazim disebut UNCAC (United Nations Convention against Corruption).

“Kesan saya dari jawaban bapak, KPK hanya ad hoc, saudara Antam pernah tidak baca UNCAC?” tanya panelis uji publik capim KPK Luhut Pangaribuan di gedung Sekretariat Negara (Setneg) Jakarta, Selasa(27/8/2019).

“Belum baca,” jawab Antam.

“Kalimat sapu kotor tidak mungkin membersihkan lantai yang kotor, apakah merasa dialamatkan ke institusi saudara?” tanya Luhut.

“Tidak,” jawab Antam.

“Pernah dengar?” tanya Luhut.

“Tidak pernah,” jawab Antam.

“Agak sedih juga karena itu ‘public known’, tapi tidak merasa ditujukan ke saudara?” tanya Luhut.

“Tidak,” jawab Antam yakim.

Saat ditanya soal modus baru korupsi oleh anggota pansel Meutia Ghani-Rochman, Antam juga menyebut dirinya pernah belajar tindak pidana pencucian uang di Belanda.

“Saya belajar ‘money laundering’ di Belanda, kita akan latih anggota untuk bisa menangani peningkatan kejahatan tapi kami masih menangani kejahatan konvensional, manipulasi tentang data, lalu mereka juga pakai sistem yang KPK susah untuk pantau, ketiga administrasi kejahatan baru agar transaksi tidak bisa dicari termasuk kasus Garuda,” ungkap Antam.

“Transaksinya seperti apa?” tanya Meutia.

“Ya transkasinya di sana, di Singapura sampai sekarang kerugian negara ini pelaksanaannya sulit karena Singapura tidak kasih data untuk mengakali UU yang ada,” tambah Antam.

Panelis dalam uji publik tersebut terdiri atas pansel yaitu Yenti Garnasih, Indriyanto Senoadji, Harkristuti Harkrisnowo, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi, Hamdi Moeloek dan Al Araf. Pansel juga mengundang dua panelis yaitu sosiolog hukum Meutia Ghani-Rochman dan pengacara Luhut Pangaribuan.

Panitia seleksi (pansel) capim KPK pada Jumat (23/8) mengumumkan 20 orang yang lolos lolos seleksi “profile assesment”. Mereka terdiri atas akademisi/dosen (3 orang), advokat (1 orang), pegawai BUMN (1 orang), jaksa (3 orang), pensiunan jaksa (1 orang), hakim (1 orang), anggota Polri (4 orang), auditor (1 orang), komisioner/pegawai KPK (2 orang), PNS (2 orang) dan penasihat menteri (1 orang). (dln)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB