Seknas Prabowo-Sandiaga : Tercecernya KTP Elektronik Timbulkan Kecurigaan Publik

- Pewarta

Rabu, 12 Desember 2018 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KTP elektronik yang tercecer di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

KTP elektronik yang tercecer di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Muhammad Taufik, mengatakan, ditemukannya KTP elektronik yang tercecer di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur dan jual beli blanko KTP elektronik menimbulkan kecurigaan publik yang berpotensi kecurangan Pemilu 2019.

“Kejadian itu memicu kecurigaan publik terkait potensi kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019,” kata Taufik saat membuka Diskusi Publik Selasa-an Topic of the Week bertema “Pilpres 2019 Jujur dan Adil, Ilusi atau Harapan?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

BACA JUGA : Kemendagri Perketat Pengawasan, Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik

Menurut dia, tema itu muncul seiring dengan isu aktual yang terjadi belakangan ini seperti 31 juta pemilih belum masuk DPT, jual beli blanko dan tercecernya e-KTP.

“Soal 31 juta pemilih, jangan-jangan di luar DP4. Sumber DPT itu kan DP4. Belum lagi ada ceceran KTP di mana-mana. Ini menimbulkan kecurigaan. Satu tahun ada tiga peristiwa menarik. Jatuh dari truk di Bogor, dijual online, ada penggandaan (dipalsukan) di Pasar Pramuka,” papar Taufik.

Ketua DPD Gerindra DKI itu berharap tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan pemilu serentak ini.

“Enggak boleh ada sedikit pun kecurangan. Saya kira jangan (ada kecurangan), kita mesti jaga ini,” tuturnya.

Wakil Direktur Data dan Info Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nur Iman Santoso, mengharapkan agar persoalan jual beli blanko KTP elektronik dan tercecernya KTP elektronik kedaluwarsa di Duren Sawit dapat diselesaikan dengan baik oleh aparat penegak hukum.

Menurut dia, tantangan pada pemilu kali ini yang paling mendasar adalah persoalan daftar pemilih tetap (DPT) serta pengawalan secara cermat selama rekapitulasi hasil suara di masing-masing tingkatan.

“Kadang-kadang kita berpikir pemilu jujur dan adil itu saat di TPS, tapi ternyata di TPS ada PPS, PPK, itu semua harus dipantau. Pemilu jurdil enggak akan ada apa-apanya kalau penghitungan tidak baik,” kata Iman.

Menurut dia, KPU harus jeli dengan kemungkinan masalah yang terjadi di TPS. Namun, pada saat ini KPU lebih dulu fokus terhadap masalah DPT.

Iman pun mendesak KPU untuk segera menetapkan DPT final untuk Pileg dan Pilpres 2019.

“DPT terakhir masih terdapat hal yang perlu kita antisipasi. Kami berharap cukuplah Desember ini (KPU tetapkan) DPT terakhir,” ujarnya.

Politikus PKS itu meminta kepolisian untuk proaktif mengawal Pemilu 2019 khususnya di setiap TPS dan memastikan bahwa kotak suara yang ada di setiap TPS tidak berpindah tempat dan disalahgunakan

“Saya minta kepolisian untuk menjaga benar tempat kotak suara. Jangan sampai berpindah. Jangan sampai dimasuki orang-orang tidak bertanggung jawab. Apalagi kotak suara pakai kardus,” tuturnya.

Selain Iman, pembicara lainnya dalam diskusi itu ialah Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, peneliti LIPI Siti Zuhro, Sekjen KIPP Kaka Suminta, dan Wakil Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Nurpati. (shk)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB