Sebanyak 90 Persen Berita Hoaks Diedarkan secara Sengaja

- Pewarta

Kamis, 12 November 2020 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta –  Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktiyo menegaskan, sebanyak 90 persen berita bohong atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat disebarluaskan secara sengaja melalui dunia digital sebagai alat propaganda.

“Berita bohong yang muncul didalam digital itu disengaja, artinya dengan sadar ingin mengacaukan dunia digital,” kata Dirjen IKP dalam paparannya saat webinar bertema “Literasi Pemuda Tangkal Hoaks di Masa Pandemi COVID-19” di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Dijelaskannya, meskipun kita berada di dalam kehidupan digital yang tidak bisa lepas dari internet, handphone (HP) dan media sosial namun kita mempunyai pilihan untuk menggunakan nya dengan baik dan bijak. Kita bisa berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi yang setiap hari beredar untuk meredam hoaks.

“Informasi yang beredar bisa menjadi ‘makanan’ yang menyehatkan tapi bisa juga menjadi ‘racun’ yang mengganggu kehidupan kita. Informasi bisa seperti pandemi kalau tidak berhati-hati, bisa menjadi tsunami informasi,” tegasnya.

Dirjen Widodo Muktiyo berpesan, hoaks bisa muncul kapan saja dan dimana saja melalui media sosial, apalagi di tengah pandemi Covid-19 sejak awal pandemi hingga sekarang sudah ada lebih dari 1.220 hoaks yang beredar. Oleh karena itu masyarakat harus berhati-hati kalau menerima informasi atau berita. 

“Kalau mendapat informasi yang diduga sensasional, sumbernya meragukan, bahasanya propokatif, sebaiknya kalau mau dihapus ya dihapus saja. Kalau ingin melihat silahkan dicek dulu kebenarannya melalui cek fakta,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi yang juga hadir dalam webinar menyampaikan, media sosial menjadi penyumbang terbanyak dalam penyebaran hoaks. Penyebabnya karena rendahnya tingkat literasi masyarakat. Selain itu, secara psikologis banyak orang beranggapan dengan menjadi yang pertama menyebarkan informasi merasa dirinya hebat.

Untuk meredam hoaks bisa dengan menumbuhkan budaya literasi digital. Menumbuhkan budaya membaca yang benar dan kritis serta mendekonstruksi konten dan informasi yang masuk. “Kuncinya tumbuhkan budaya membaca yang benar dan kritis,” sebutnya.

Sementara itu, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji mengatakan, kalangan yang paling kuat terhadap hoaks adalah masyarakat muda karena tingkat literasinya sudah sangat baik dibandingkan dengan kalangan lainnya. “Kalangan yang paling kebal atau tahan terdahap hoaks adalah anak muda. Karena literasi mereka lebih baik dan terbiasa dengan dunia digital,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi peluang bagi anak-anak muda untuk menjadi duta literasi yang sangat bermanfaat di tengah masyarakat dalam memanfaatkan media sosial. “Media sosial sekarang efeknya tidak main-main. Hoaks tidak boleh dianggap sesuatu yang remeh. Kita harus aware potensinya sekaligus bahayanya,” pungkas Aji. (inf)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:55 WIB

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Berita Terbaru