Revolusi Mental Gagal, Sanak Famili Pejabat Jadi Komisaris BUMN

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2020 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan menyebut Pemerintahan Jokowi semakin bertambah usia semakin jauh dari agenda ‘Revolusi Mental’ yang pernah digaungkan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Bahkan revolusi mental tersebut terbilang gagal total karena Pemerintahan Jokowi di periode kali ini masih diwarnai KKN, rangkap jabatan serta oligarki kekuasaan.

“Revolusi mental gagal total, justru yang hadir malah terjadinya KKN, rangkap jabatan di sejumlah perusahaan BUMN serta oligarki yang menguasai,” ujar Adi Kurniawan di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Adi mencontohkan, KKN dan rangkap jabatan tersebut seperti yang dilakukan oleh adik ipar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Ahmad Perwira Mulia Tarigan yang baru diangkat Kementerian BUMN sebagai Komisaris Independen Pelindo 1 pada 21 April 2020, kemudian Perwira TNI-Polri aktif yang mengisi jabatan di sejumlah perusahaan BUMN dan rangkap jabatan yang dilakukan oleh Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Fajroel Rahman yang juga merangkap sebagai komisaris di PT Waskita Karya serta Graha Yudha yang memegang tiga jabatan Komisaris di Grup BUMN sekaligus.

Adi menjelaskan, baik KKN dan rangkap jabatan di tubuh pejabat negara sangat melanggar undang-undang (UU) dan jelas dilarang. Apalagi KKN berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Merajalela

Sementara itu, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie juga mengakui, roh KKN cukup merajalela di pemerintahan Jokowi periode II. Buktinya ada berapa petinggi partai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti Ketua PPP Romahurmuzy, mantan Ketua DPP Golkar Setya Novanto serta masih banyak lagi petinggi partai yang ditangkap.

“Kolusi dan Nepotisme juga marak misalkan Gubenur Riau Syamsuar yang mengangkat istri, menantu, kakak dan adik. Ini perilaku buruk pejabat publik,” jelasnya.

Jerry memaparkan, KKN di era pemerintahan Jokowi periode II yakni ada indikasi korupsi Kartu Prakerja dan dana desa serta program pemerintah lainnya. Selain itu anggaran penanganan Covid-19 juga rentan diselewengkan.

Pengamat kebijakan publik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, KKN di periode II pemerintahan Jokowi sangat meluas, terstruktur dan massif. KKN yang semakin meluas sudah terbaca ketika Jokowi mati-matian memutilasi kewenangan KPK dalam penyidikan dan intervensi pengawas yang terdiri orang Jokowi semua. Semua KKN yang terjadi berskalala besar yakni triliunan rupiah. Seperti kasus Jiwasraya, dan banyak laporan BUMM simpang siur jelang Pilpres 2019.

“Yang menyolok adalah temuan KPK terkait program Kartu Prakerja yang melibatkan langsung Stafsus Presiden. Program Kartu Prakerja adalah proyek fiktif alias korupsi,” tandasnya.

Reformasi

Aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), Sya’roni mengatakan, perlu diingat bahwa tuntutan gerakan reformasi 1998, di antaranya yaitu berantas KKN dan cabut dwi fungsi ABRI. Namun saat ini di periode II pemerintahan Jokowi justru banyak kasus korupsi yang belum tuntas, misalnya korupsi impor pangan, Jiwasraya, dan lainnya. Selain itu nepotisme di periode II pemerintahan Jokowi juga semakin menguat.

“Sanak famili pejabat diangkat menjadi komisaris BUMN. Misalnya, adik ipar Sri Mulyani diangkat sebagai Komisaris Pelindo I. TNI dan Polri aktif diangkat menjadi komisaris BUMN. Hal tersebut tidak sesuai dengan semangat reformasi,” jelasnya, seperti dikutip Harianterbit.com (*/har)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB