Presiden Ingatkan Negara Cepat Kuasai yang Lambat

- Pewarta

Rabu, 21 Agustus 2019 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Nusa Dua – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kedepannya, negara cepat akan menguasai negara lambat, sehingga dirinya mengkritik proses perizinan yang masih berlangsung lama untuk mengurusi suatu persoalan.

“Kuncinya adalah kecepatan. Kedepan tidak lagi negara besar kuasai negara kecil, namun negara cepat akan menguasai negara lambat,” kata Presiden Jokowi dalam pembukaan Muktamar V PKB 2019, di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Presiden Jokowi menceritakan pada 17 tahun yang lalu dirinya mengurus perizinan investasi di Dubai, Uni Emirate Arab, prosesnya sekitar 30 menit.

Di Indonesia menurut dia, lima tahun yang lalu, proses perijinan mendirikan pembangkit listrik memerlukan waktu lima tahun karena ada 259 ijin yang harus dilalui.

“Saya kejar dari 259 ijin mengurus bisa dipangkas, lalu sekarang 58 ijin namun proses masih tahunan,” katanya.

Jokowi juga membandingkan antara Indonesia dengan UEA, kedua negara memiliki minyak dan gas, namun UEA tidak memiliki mineral dan batu bara, emas, nikel, dan bauksit namun pendapat perkapitanya 43 ribu dolar AS dan Indonesia hanya 4.000 dolar AS.

Selain itu dia juga menceritakan di tahun 60-an, UEA menggunakan unta untuk angkutan orang sedangkan Indonesia gunakan Holden dan Himpala.

“Di tahun 70-an mereka naik truk dan pick up, kita naik Toyota Kijang, namun tahun 80-85 mereka lompat, kendaraannya menggunakan Mercedes dan BMW namun kita masih menggunakan Kijang,” ujarnya.

Selain itu Presiden juga mengingatkan kepada legislatif agar tidak terlalu banyak membuat produk legislasi karena yang seharusnya diutamakan adalah kualitas bukan kuantitas.

Dia sudah menyampaikan kepada asosiasi DPRD seluruh Indonesia agar tidak membuat banyak Peraturan Daerah (Perda), 1-2 namun kualitasnya baik untuk melindungi kepentingan negara dan rakyat. (bil)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB