“Rp65 juta untuk bayar pelatih, makan selama pelatihan dan juga ada untuk beli obat-obatan,” terangnya.
Argo menyebut dana lebih yang didapatkan ini digunakan dan dipersiapkan untuk gelombang berikutnya.
Pasalnya, setiap angkatan yang akan berangkat, dimintakan infaq ke anggota yang aktif.
“Jadi ini anggaran atau dana yang disiapkan di setiap kegiatan pelatihan maupun keberangkatan ke Suriah,” ucapnya.
Namun, Argo mengaku bahwa pihaknya belum berhasil menangkap seluruh anggota teroris muda JI.
“Belum, namun ada beberapa yang sedang dalam proses peradilan pidana, ada penyidikan, dan tentunya ini ada sebagian masih kita cari,” pungkasnya.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri membongkar sasana atau pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





