Politikus Nasdem Bicara OTT KPK

- Pewarta

Jumat, 12 Juli 2019 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi menyebut operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan pada Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun layaknya sinetron. Ia pun menyatakan akan mengirim anggota ke Kepri untuk rekonstruksi OTT tersebut.

“Saya sedih sekali kepada KPK, ibarat seorang dokter yang ada izin praktik, tapi melakukan malapraktek, ini malah OTT. Berhentilah sinetron OTT yang berkelanjutan. KPK rupanya asyik dengan OTT, dan tidak ada harapan lembaga ini ada perspektif soal pencegahan,” kata Taufiqulhadi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/7/2019).

Taufiqulhadi mengaku mendapat keterangan bahwa Nurdin pada Rabu (10/7/2019) pagi sekira pukul 4.00 WIB berangkat ke pulau lain di luar Ibu Kota Kepulauan Riau. Tiba-tiba, enam petugas KPK menjemputnya dan membawa ke rumah dinas.

Taufiqulhadi menyebut, di rumah dinas itu, Nurdin dinyatakan tertangkap tangan dengan bukti 6 ribu Dollar Singapura atau equivalen dengan Rp 60 juta di kantungnya. “KPK meng OTT sang gunernur dengan uang di kantongnya sendiri sebesar 60 ribu singapura tersebut. Saya ingin tanya, di mana ada bukti pidana penyuapan sehingga ia di OTT?” kata Taufiqulhadi.

Menurut Taufiqulhadi, seharusnya frasa operasi tangkap tangan (OTT) harus menunjukkan bukti di tempat bahwa telah terjadi penyuapan. “Di tempat kejadian, seharusnya ada penyuap dan yang disuap. Ini si penyuap tidak ada. Tapi kok disebut OTT?” ucap Taufiqulhadi.

Ia menekankan, Nasdem mendukung pemberantasan korupsi dengan norma hujum yang wajar. Namun, lanjut Taufiqulhadi, bika dilaksanakan di luar norma wajar, maka akan menjadi perhatian khusus. “Kami komisi 3 akan mempertimbangkan mengirimkan anggotanya ke Kepri untuk melakukan rekonstruksi OTT terhadap Gubernur Kepri,” kata Taufiqulhadi.

Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (Satgas KPK) melakukan OTT Nurdin di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (10/7/2019). Operasi tangkap tangan kali ini diduga terkait perizinan reklamasi.

“Diduga transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan singkatnya Rabu (10/7/2019). Ia mengungkapkan, sebanyak enam orang terjaring OTT KPK. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB