Perihal Arah Koalisi Partai Gerindra, Muzani : Kami Sudah Biasa Jadi Oposisi

- Pewarta

Rabu, 10 Juli 2019 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani menjelaskan perihal arah koalisi partai Gerindra pada pemerintahan periode 2019-2024 mendatang.

Muzani mengatakan bahwa Gerindra belum memutuskan terkait arah koalisi tersebut, namun sejak berdiri Gerindra sudah terbiasa menjadi oposisi dan menjadi hal yang baru jika Gerindra masuk pemerintahan.

“Enggak, belum (memutuskan arah koalisi). Pak Prabowo secara konstitusi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) memiliki kewenangan sepenuhnya untuk mengambil kebijakan baik kedalam ataupun keluar (arah koalisi). Di dalam menanta partai secara internal, keluar artinya untuk berhubungan dan berkerja sama dengan siapapun. Beliau (Prabowo) memiliki kewenangan sebagai Ketua Dewan Pembina,” ujar Muzani, pada Selasa (9/7/2019).

Namun Muzani menjelaskan, Prabowo punya tradisi dalam mengambil keputusan yang penting terkait arah kebijakan partai baik secara internal maupun eksternal selalu mengundang Anggota Dewan Pembina pembina untuk mengadakan rapat guna mendengar pandangan, pikiran dan berbagai macam hal yang terjadi. Dari situ kemudian Prabowo akan mengambil keputusan.

“Tapi, sampai sekarang Pak Prabowo belum mengundang dewan pembina untuk mengambil, untuk mendengarkan pandangan-pandangan mereka,” ungkapnya.
Muzani mengungkapkan bahwa suara kader variatif. Yang pasti, semua suara itu baik dari kader, relawan, pendukung dan juga ulama akan didengar dan diperhatikan.

“Bagi Gerindra masuk koalisi (pemerintah) itu sesuatu yang baru. Menjadi oposisi yang sudah kita alami selama 10 tahun sehingga bukan bagi kita bukan itu persoalan. Jadi bagi saya tidak ada problem. Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang sejak ada di Senayan sampai sekarang belum pernah masuk dalam kekuasaan,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB