Pengamat : Partai agar Selektif Ajukan Nama Calon Menteri

- Pewarta

Kamis, 22 Agustus 2019 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Purwokerto – Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq, mengatakan partai politik harus selektif saat mengajukan nama calon menteri untuk susunan Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

“Partai harus selektif saat mengusulkan calon menteri,” katanya di Purwokerto, Rabu (20/8/2019).

Dia menjelaskan, calon yang nantinya menduduki kursi menteri akan menjadi wajah partai di pemerintahan.

“Kalau ternyata calon tersebut nantinya memiliki kinerja yang kurang baik atau bahkan korup, maka partainya bisa ikut terseret dan jelek citranya di mata publik,” katanya.

Karena itu, kata dia, partai harus menyodorkan nama calon menteri yang memiliki kinerja baik dan kompeten.

Dia juga kembali mengatakan, pemberian ‘jatah’ menteri kepada partai pendukung merupakan hal yang wajar asalkan tetap proporsional dan profesional.

Selain itu, kata dia, penyodoran nama calon menteri oleh partai pendukung juga merupakan hal yang wajar.

“Kalau itu parpol pendukung presiden wajar saja. Parpol dibuat dan ikut pemilu itu memang untuk mewujudkan cita-cita bersamanya melalui pemerintahan,” katanya.

Yang terpenting kata dia, partai menyodorkan figur yang memang tepat untuk menduduki kursi menteri tersebut.

“Sepanjang figur yang ditawarkan memang kompeten di bidangnya ya wajar-wajar saja menyodorkan nama calon menteri,” katanya.

Figur menteri yang memiliki kinerja baik dan kompeten serta berintegritas tinggi, menurut dia, akan sangat membantu presiden terpilih dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sebelumnya, dia juga mengingatkan presiden terpilih Joko Widodo untuk selektif memilih menteri di kabinet mendatang.

Dia juga mengingatkan bahwa pemilihan menteri akan lebih optimal dengan melibatkan KPK dan PPATK.

“Dengan demikian diharapkan tidak ada calon menteri yang memiliki jejak korupsi,” katanya. (wur)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB