Pengamat : Kepercayaan Terhadap KPU “Miring” Paska Pembatalan Visi-Misi

- Pewarta

Kamis, 10 Januari 2019 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Prof. Abdullah Idi.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Prof. Abdullah Idi.

Adilmakmur.co.id, Palembang – Kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemilihan Umum ‘miring’ paska batalnya penyampaian visi-misi calon presiden dan wakil presiden.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Prof. Abdullah Idi mengatakan ‘miring’ atau menurunnya kepercayaan publik dipicu oleh berbagai opini di media dan media sosial yang diutarakan tokoh-tokoh berkompeten usai KPU memutuskan batalnya penyampaian visi-misi.

“Kalau kepercayaan masyarakat menurun dikhawatirkan penyelenggaraan pemilu terlihat jadi tidak siap, padahal sebenarnya kerja KPU sudah benar, sekarang ini bagaimana meyakinkan masyarakat jika KPU memang netral dengan konsisten terhadap keputusan yang telah dibuat, itu yang terpenting, ” ujar Prof. Idi kepada di Sumsel, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya penyampaian visi-misi capres amat penting bagi masyarakat yang ingin menentukan hak suaranya pada pilpres, penawaran program-program akan jadi pertimbangan pemilih selain sosok figur capres-cawapres.

Sehingga bila penyampaian visi-misi dibatalkan KPU meskipun disetujui kedua calon, dikhawatirkan timbul opini jika KPU tidak bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap demokrasi, masyarakat pun jadi bertanya-tanya.

“Katakanlah pembatalan itu menjadi polemik, karena mungkin proses pemutusan oleh KPU tidak mengakomodir kedua belah pihak, menurut saya itu persoalan-persoalan proses pengambilan keputusan saja, sebenarnya argumen KPU sudah bagus tetapi seharusnya di selesakan dalam forum rapat dan tidak mencuat di permukaan,” jelas Prof. Abdullah Idi.

Ia berharap ke depan KPU memilih cara-cara terbaik dalam mengambil keputusan, KPU sebagai ‘wasit’ harus memperlihatkan berdiri ‘di tengah’ kedua calon, apalagi adanya calon dari petahana, bila tidak maka petahana bisa dikambing hitamkan dengan berbagai opini negatif, padahal belum tentu opini yang beredar benar.

“Pilpres 2019 aura demokrasinya bakal lebih baik dan sengit oleh adanya media sosial, dinamika politik berkembang dengan banyak tafsiran, KPU dan Bawaslu sedapat mungkin terus menumbuhkan kepercayaan 260 juta masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Abdullah Idi.

Ia menambahkan agar dipercaya kerja KPU mesti efektif tepat sasaran baik perkataan dan tindakan berkaitan dengan tugas penyelenggara, minimalisir kebijakan yang bisa membuat masyarakat bertanya-tanya, konsisten serta tidak merugikan kedua belah pihak paslon. (azi)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB