Pengamat : Jokowi Ingin Negara Aman dengan Merangkul Lawan Politik

- Pewarta

Rabu, 23 Oktober 2019 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan sambutan pada peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019). Acara yang mengangkat tema

Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan sambutan pada peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019). Acara yang mengangkat tema "Membatik Untuk Negeri" tersebut bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik tradisional sebagai warisan budaya Indonesia. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp.

Adilmakmur.co.id, Kupang – Pengamat Politik dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Marianus Kleden, berpendapat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar negara Indonesia tetap aman dengan merangkul lawan politik untuk bergabung dalam pemerintahannya pada periode kedua 2019-2024.

“Negara ini harus aman agar pembangunan terus bergerak maju, karena itulah Jokowi ingin merangkul lawan-lawan politik termasuk Partai Gerindra,” katanya di Kupang, Selasa (22/10/2019).

Dia mengatakan hal itu terkait kemungkinan masuknya Partai Gerindra untuk menduduki kursi menteri dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024.

Menurut Marianus, dapat diduga bahwa seluruh aksi demonstrasi maupun kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Tanah Air ada kaitannya dengan kelompok oposisi.

Karena itu, untuk mencegah agar situasi negara tidak semakin runyam maka pihak lawan ditarik menjadi bagian dari kabinet kerja.

Namun menurut Marianus, meski demikian langka ini merupakan sesuatu yang tidak sehat untuk perkembangan demokrasi di Indonesia. “Karena sebaiknya partai oposisi seperti Gerindra terus berada di luar kabinet agar fungsi ceck and balances tetap jalan,” katanya.

Dia menjelaskan, Indonesia sebagai negara demokrasi menganut prinsip utama yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Prinsip dari rakyat ini, lanjut dia, perlu dilihat dengan sudah pandang berbeda, apakah rakyat suka atau tidak suka.

“Kalau rakyat tidak suka maka gampang dimonitor oleh oposisi sehingga demokrasi lebih sehat, aspirasi rakyat mudah terbaca dan terakomodasi dalam manajemen pemerintahan,” katanya.

Dia mengatakan, jika semua oposisi dirangkul dalam pemerintahan, maka tidak ada pihak yang berusaha melacak aspirasi rakyat secara otentik.

“Dan ini berbahaya karena ketika rakyat bersuara namun tidak sejalan dengan pemerintah, sebenarnya di situlah peran oposisi membuka ruang, tetapi jika ditarik ke pemerintahan maka tidak ada pihak yang mengakomodasi aspirasi rakyat,” katanya. (alo)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB