MPR Nilai Indonesia Butuh Banyak Pahlawan Hadapi Ancaman Radikalisme

- Pewarta

Selasa, 12 November 2019 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menilai Indonesia membutuhkan banyak pahlawan masa kini untuk menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme yang saat ini dianggap sebagai musuh utama bagi kedaulatan bangsa.

“Saat ini perjuangan yang kita lakukan bukan lagi mengangkat bambu runcing ataupun senjata. Ancaman nyata saat ini adalah masalah intoleransi dan radikalisme. Tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar ​Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Ia menilai Indonesia memerlukan banyak pahlawan masa kini yang siap sedia memerangi musuh nyata NKRI yakni intoleransi dan radikalisme.

Bambang pun menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia tak hanya sekadar mengingat jasa para pahlawan yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

“Namun juga menerapkan spirit para pahlawan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Sekretaris Jenderal Generasi Optimis (GO) Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga sebagai wadah dan organisasi kaum milenial, pihaknya menyatakan setuju bahwa seluruh elemen bangsa, khususnya kaum muda, harus meneruskan perjuangan yang telah dirintis para pahlawan.

Menurut dia, pahlawan masa kini adalah mereka yang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Selain berkontribusi dan mencintai serta mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan selalu menjaga nilai-nilai luhur Pancasila.

“Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta, phala-wan yang merujuk pada orang menghasilkan buah phala berkualitas bagi bangsa, negara, dan agamanya. Atau 英雄 yingxiong dalam bahasa Mandarin,” kata Horas.

Pahlawan secara harafiah adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran dan berjuang dengan gagah berani.

Pengamat politik dan intelijen itu mengajak semua elemen bangsa untuk menghidupkan semangat kepahlawanan di era post-milenial ini dan bersama menjaga kedaulatan bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Bung Karno, Bung Hatta, Sam Ratulangi, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, Kapiten Pattimura, Patih Jelantik, dan semua pahlawan bangsa ini telah berjuang pada zamannya masing-masing. Semua demi Ibu Pertiwi. Bagaimana dengan kita sekarang,” tegas Horas.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Generasi Optimis Indonesia, Mangasi Sihombing pun menyoroti tingginya praktik intoleransi akhir-akhir ini mendesak untuk segera diatasi mulai dari dunia pendidikan.

“Pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi sudah disusupi gerakan intoleransi. Karena itu kami mendukung Presiden Jokowi memaksimalkan peran Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan elemen-elemen lain yang terkait untuk mengatasi praktik intoleransi,” kata Mangasi.

Ia mengatakan bahwa kurikulum pelajaran sejarah bangsa dan negara dalam mata pelajaran, baik di tingkat SD, SMP, dan SMA harus segera dimasukkan kembali oleh Kemendikbud melalui Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Hal tersebut sangat krusial karena generasi muda juga wajib mengenal sejarah bangsanya sendiri serta mengenal perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan Republik Indonesia. (han)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB