“Rupanya saat saya ke Polda Bali, posisi Kombes Andi Fairan sudah digantikan oleh Kombes Dodi Rahmawan,” ucap Barata.
Tak dinyana, Barata yang hendak menemui Kombes Dodi rupanya bertemu Viling Halim diruangan Kombes Dodi. Lalu, Dodi menyampaikan kepada Viling Halim apa yang diinginkannya dari Barata.
Dihadapan Direskrimum, Viling Halim meminta agar villa tersebut dijual dan dia meminta bagian 50 persen dari harga penjualan.
“Kalau villa itu laku dijual 50 persen bagian saya maka akan saya cabut perkaranya,” ujar Viling Halim kepada Barata.
Namun, permintaan Viling Halim ditolak mentah-mentah oleh Barata karena dianggap mengada-ngada dan tidak masuk akal.
“Ini motifnya pemerasan,” tegas Barata dengan nada kesal. Kerena motifmya dirasakan ada tujuan lain, tawaran Viling Halim ditolak.
Kepada Kombes Dodi, Barata menyampaikan bahwa dirinya tidak mau berdamai. Tapi, belum usai Barata bicara, Kombes Dodi langsung memotong pembicaraan. Barata menilai Kombes Dodi berat sebelah.





