Menteri Susi Dorong Dialog Antarnegara Atasi Pencurian Ikan

- Pewarta

Senin, 30 September 2019 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dalam sejumlah pertemuan internasional mendorong agar diprakarsai dialog antarnegara guna mengatasi IUU Fishing atau penangkapan ikan ilegal di berbagai kawasan perairan.

Menteri Susi dalam siaran pers dari KKP yang diterima di Jakarta, Minggu (29/9/2019), menyatakan, terdapat tiga hal utama yang diperlukan untuk meningkatkan kerjasama antarnegara dalam pemberantasan IUU Fishing berdasarkan pengalaman Indonesia.

“Pertama, persamaan persepsi bahwa IUU Fishing merupakan ancaman yang serius terhadap kesehatan laut dan keamanan di laut harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, ujar dia, hal kedua adalah pentingnya sistem yang transparan serta pertukaran informasi yang akurat dan mutakhir. Sedangkan hal ketiga adalah perlunya membangun forum untuk berbagi pengalaman dan keahlian untuk mewujudkan penegakan hukum terhadap IUU fishing yang efektif.

Pernyataan Menteri Susi di sejumlah pertemuan internasional kerap disambut baik oleh para perwakilan negara yang hadir, seperti Thailand yang menyampaikan ketiga upaya tersebut dapat diwujudkan melalui rencana pembentukan ASEAN IUU Fishing Network yang akan dibahas ASEAN Ministerial Meeting di Brunei, November 2019.

ASEAN IUU Fishing Network itu sendiri juga akan menjadi sebuah platform negara-negara ASEAN untuk berbagi informasi dan data pemanfaatan sumber daya perikanan.

Selanjutnya, Thailand juga mengangkat pentingnya peran negara yang memiliki pelabuhan untuk mencegah hasil tangkapan penankapan ikan ilegal masuk ke pasar negaranya.

Sejalan dengan hal itu, Malaysia menyampaikan bahwa sebagai negara yang sudah meratifikasi Port State Measures Agreement (PSMA), Malaysia turut berupaya meningkat perannya sebagai negara pelabuhan.

Hal ini dilakukan melalui penguatan koordinasi secara domestik antar-instansi yang memiliki kewenangan dalam pelaksaanaan inspeksi di pelabuhan.

Sementara itu, walaupun belum meratifikasi PSMA, Singapura menyampaikan bahwa negaranya telah melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki sistem inspeksi pelabuhan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Susi berpendapat bahwa implementasi PSMA tidak akan efektif apabila kegiatan alih muat hasil tangkapan antar kapal di laut (transshipment) tetap dibiarkan, tidak diatur, dan tidak diawasi.

“Ratifikasi PSMA adalah hal yang bagus, tetapi akan menjadi macan tanpa taring tanpa pelarangan transshipment karena masih banyak kapal perikanan yang tidak melaporkan hasil tangkapannya ke pelabuhan. Sebaliknya, mereka melakukan berbagai modus transshipment yang tersusun rapi,” ujar Susi.

Mengingat pentingnya transparansi di bidang perikanan, Menteri Susi berpendapat agar platform jaringan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi data transmitter dari Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS).

“Kalau kita antarnegara saling berbagi data tentang lalu lintas kapal dan memantaunya secara bersama-sama, praktik IUU Fishing lintas-batas pun pasti dapat lebih mudah diawasi dan ditekan,” ucapnya. (mrr)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB