Menag Tegaskan Setiap Agama Menolak Cara Kekerasan

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2019 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa setiap agama menolak cara-cara kekerasan dalam mengatasi persoalan, seiring dugaan pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto yang terpapar paham radikal.

“Setiap agama intinya mengajarkan bagaimana kita menghargai harkat martabat kemanusiaan,” katanya, usai menjenguk Wiranto, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019) malam.

Lukman menjelaskan bahwa inti pokok ajaran setiap agama adalah untuk kemanusiaan itu sendiri karena agama diturunkan memang untuk manusia.

Sebesar, sekeras, dan setajam apa pun perbedaan yang ada, kata dia, jangan sampai kemudian atas nama agama justru melakukan tindakan yang bertolak belakang inti pokok ajaran agama, yaitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Kemenag terus berupaya mensosialisasikan dan menebarkan pemahaman moderasi beragama, termasuk dengan melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk berperan aktif.

“Bukan agama yang dimoderasi, tetapi cara kita beragama, cara kita memahami ajaran agama, mengamalkan itulah yang harus dimoderasi,” katanya pula.

Dalam artian, kata Lukman lagi, pemeluk agama jangan sampai terjebak dan terperosok tindakan berlebihan atau ekstrem.

Menkopolhukam sekaligus Ketua Umum PP PBSI Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal saat melakukan kunjungan kerja di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) siang.

Akibat penyerangan tersebut, Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan di perut dan sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Terduga pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto bernama SA alias Abu Rara diduga terpapar paham radikal.

“Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pandeglang dan masih diperiksa oleh Polres Pandeglang, Polda Banten dibantu Densus 88. Diduga pelaku terpapar radikal ISIS,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis. (10/10/2019).

Sedangkan dugaan afiliasi pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia masih didalami. (zls)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB