Masinton: Kritik Koalisi Terhadap Pansel Capim KPK Sarat Kepentingan

- Pewarta

Rabu, 28 Agustus 2019 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menilai kritik yang dilontarkan oleh Koalisi Kawal Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 terhadap panitia seleksi (pansel) sarat kepentingan.

Masinton melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (27/8/2019) menduga kritikan tajam itu dilontarkan setelah calon-calon yang didukung koalisi tersebut maupun calon dari internal KPK gugur dalam seleksi.

“Menurut saya ada motif ‘interest’ karena saya berpandangan calon yang diusung teman Koalisi mungkin tidak lolos dalam panitia seleksi,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Lebih lanjut, Masinton juga mengatakan koalisi tak perlu khawatir dengan pansel capim KPK karena seleksi akhir seleksi tersebut berada di Komisi III DPR RI.

Ia juga tidak menginginkan ada pandangan miring terkait latar belakang capim KPK dalam seleksi tersebut.

“Tidak perlu mendikotomikan polisi atau nonpolisi, jaksa atau nonjaksa. Lagipula bila empat polisi lolos seleksi, tidak mungkin empat-empatnya jadi pimpinan,” ujar Masinton.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menghasilkan pimpinan KPK yang dapat bekerja maksimal dalam pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, salah seorang penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari mengancam akan mundur sebagai penasihat KPK periode 2017-2021 bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK 2019-2023.

Kritik dan ancaman mundur dari Tsani itu lantas direspons oleh anggota pansel capim KPK Hendardi yang menyatakan bahwa Tsani tak perlu mengancam mundur.

Terkait hal tersebut, kata Masinton, pansel capim KPK tidak perlu terpengaruh dengan ancaman maupun kritikan tersebut.

“Pansel bekerja saja seperti tugasnya, santai saja,” ucap Masinton. (bfd)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB