Mahfud Nyatakan Ideologi Pancasila Persatukan Hati

- Pewarta

Senin, 2 September 2019 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Solo – Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menyatakan ideologi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia mempersatukan hati masyarakat sehingga tidak dapat diganti oleh konsep yang lain.

“Kan sekarang ada gugatan bahwa ideologi tidak penting. Ideologi Pancasila gagal sehingga harus diganti,” katanya, pada acara Halaqah Alim Ulama dengan tema “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan Ibroh”, di Hotel Novotel Solo, Sabtu (31/8/2019).

Padahal, kata Mahfud lagi, hingga saat ini masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi ajaran Pancasila, terbukti dari masyarakat yang konsisten menolak liberalisme.

Ia juga menyinggung adanya tawaran dari pihak tertentu terkait alternatif ideologi yang disebut khilafah.

“Rayuan ini gampang masuk kepada orang-orang yang baru belajar Islam. Mereka cukup menanyakan benar mana ajaran Alquran dengan Pancasila, padahal keduanya tidak dapat dibandingkan,” katanya lagi.

Ia mengatakan Alquran berasal dari Tuhan yang kemudian oleh ideologi Pancasila diberi peluang untuk berlaku dan diamalkan oleh undang-undang.

“Tetapi ketika diberikan pertanyaan seperti itu, orang yang baru belajar tentang Islam akan menjawab lebih benar Alquran, ya sudah berarti tinggalkan Pancasila. Seakan-akan Islam tidak sesuai dengan Pancasila,” katanya pula.

Selanjutnya, Mahfud menyatakan, kondisi tersebut ditambah dengan fenomena sosial yang terjadi Indonesia, di antaranya tentang ketidakadilan dan korupsi di tengah-tengah masyarakat.

Kaitannya dengan korupsi, menurut dia, saat ini bangsa Indonesia sedang mempertaruhkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang seharusnya dipercaya oleh masyarakat dalam memberantas korupsi.

“Lembaga ini terancam gulung tikar karena koruptor masih main, itulah yang membuat tawaran ideologi masuk gampang sekali. Pihak tertentu ini tinggal mengatakan itu korupsi masih banyak, kita bikin negara baru aja,” katanya lagi.

Sedangkan, untuk menjaga Indonesia dari perpecahan akibat tawaran ideologi baru di luar Pancasila, Mahfud menyatakan, seluruh pihak harus sering bertemu untuk memperkokoh keutuhan Indonesia.

“Selain itu, untuk menjaga negara adalah toleransi dan akseptasi dalam perbedaan karena perbedaan adalah ciptaan Tuhan,” kata dia pula. (awt)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB