Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi mengaku geram dengan tulisan-tuliasn sejumlah kader partai Demokrat yang seakan ingin menjatuhkan partainya.
Menurutnya, hal tersebut tidaklah etis, terlebih kedua partai pernah dalam satu koalisi. Bahkan, ia menilai seharunya partai Pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berterima kasih kepada Ketum Prabowo Subianto yang mau menerima masuk ke dalam koalisi.
“Coba bayangkan kalau saat itu koalisi 02 tidak terima (masuk koalisi)? Bagaimana nasibnya masa depan Partai Demokrat dan kadernya yang akan maju dalam Pilpres di periode berikutnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Lanjutnya, ia menjelaskan dalam Pasal 235 ayat 5 Undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, menjelaskan bahwa partai politik tidak dapat mengikuti pemilu selanjutnya jika pada pemilu sebelumnya tak mengajukan pasangan calon presiden.
Atas dasar itu, sudah seharusnya Demokrat berterima kasih sama Prabowo dan Gerindra.
“Jadi berterimakasihlah pada Pak Prabowo dan koalisi 02, walau politik adalah memperjuangkan kepentingan tapi etika tetap harus menjadi dasar dalam perjuangan,” ujarya lagi.
Selain itu, ia juga meminta kader partai Demokrat untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang berisi tudingan terhadap Gerindra meski koalisi telah berakhir.
“Sekarang saya sampaikan ini sebagai kader yang berusaha ingin mengingatkan supaya kita saling menghormati,” jelasnya.
Diketahui, Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean membongkar keinginan Gerindra mendapatkan jatah menteri di bidang perekonomian di pemerintahan Joko Widodo periode kedua. (*)





