“Kita tahu HRS sudah minta maaf, termasuk beritikad baik menyetop semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan, dan hari ini hadir ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ini harus kita apresiasi bersama karena menunjukkan beliau taat hukum,” urainya.
Pada saat yang sama, Gus Salam turut mendesak kepolisian dalam menetapkan HRS sebagai tersangka pelanggaran protokol kesehatan, agar tidak menjerat dengan pasal karet.
Meskipun dirinya dan NU sering berbeda pemikiran dan gerakan dengan HRS dan Front Pembela Islam, namun menolak keras bila aparat berlebihan dalam penangan kasus ini.
“Saya berdoa semoga jalan perjuangan Habib Rizieq diridlai Allah dan mengajak beliau dalam berdakwah agar lebih mengedepankan akhlakul karimah,” harapnya.
Di ujung keterangannya, Gus Salam berharap energi kepolisian tidak habis hanya mengurus masalah HRS dan mengabaikan persoalan hukum di daerah.
“Seperti aksi cukong lokal yang merugikan rakyat,” pungkasnya. Demikian, seperti dikutip Jatim.nu.or.id. (tim)
Halaman : 1 2





