Golkar : Pemindahan Ibu Kota Sangat Strategis dan Butuh Transparansi

- Pewarta

Selasa, 27 Agustus 2019 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Politisi Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan wacana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan bukan sesuatu hal yang baru, melainkan telah disampaikan oleh para Presiden sebelum Jokowi.

“Hanya saja wacana pemindahan ibukota di era Presiden Jokowi jauh lebih maju dengan menyebutkan daerah yang lebih jelas, yaitu sebagian Kabupaten Penajam Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur,” kata Ace dihubungi di Jakarta, Senin.

Dia menyampaikan kebijakan pemindahan Ibukota dari Jakarta merupakan jalan keluar dari masalah Jakarta yang tidak lagi mampu menampung beban perkembangan yang tidak saja menjadi Ibukota Pemerintahan namun juga pusat bisnis yang semakin besar.

“Sementara, berbagai persoalan seperti kemacetan, jumlah kepadatan penduduk yang semakin tinggi, abrasi Jakarta, penurunan permukaan tanah, serta persoalan lainnya menjadi masalah serius yang patut mendapatkan perhatian,” kata Ace.

Soal pemindahan Ibukota yang digagas Presiden Jokowi ke kedua kabupaten di Kalimantan Timur, Golkar meyakini hal itu sudah melalui studi kelayakan (feasibility study) dari berbagai dimensi strategis, baik dari segi letak geografis, ekonomi, politik, pemerintahan, pemerataan pembangunan, keamanan dan pertahanan nasional termasuk juga aspek potensi kebencanaan seperti gempa dan lain-lain.

Secara politik, menurut Ace, kebijakan ini berdampak positif bagi Presiden Jokowi jika kebijakan ini mampu dieksekusi dalam waktu kepemimpinan Jokowi selama lima tahun ke depan.

“Ini akan menjadi legacy yang dapat dikenang sebagai prestasi yang tidak akan pernah dilupakan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Namun demikian, karena kebijakan sangat strategis, kata dia, perlu disampaikan secara transparan dan terbuka kajiannya kepada masyaraka, mengenai alasan pemindahan, serta bagaimana konsep dan desain Ibukota baru, tata ruang, dan penganggarannya.

“Transparansi kajiannya penting untuk diketahui, terutama oleh DPR, karena menyangkut dengan aspek penganggaran dan dampak sosial, politik dan ekonominya,” jelas Ace.

Dia mengatakan walaupun Presiden Jokowi mengatakan pembiayaan 19 persen bersumber dari APBN dan sisanya dari swasta, namun pembahasan feasibility study yang lebih partisipatif penting untuk melibatkan berbagai pihak untuk urusan yang sangat strategis tersebut. (rpa)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB