DPR Akan Gelar Dengar Pendapat Terkait Kericuhan Papua

- Pewarta

Selasa, 3 September 2019 - 03:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, ​​​​​​​Painan – Komisi I DPR RI segera mengundang Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara, Menteri Pertahanan dan instansi terkait lainnya pada gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP) seputar kericuhan di Papua.

“RDP akan dilaksanakan Senin, 9 September 2019,” kata anggota Komisi I DPR RI, Darizal Basir di sela-sela kegiatan kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) ke-6 masa sidang V Tahun 2019 di Painan, Sumatera Barat, Senin (2/9/2019).

Pada kegiatan RDP itu, pihaknya akan memperdalam perihal langkah-langkah yang telah diambil pemerintah dalam upaya penanganan kericuhan di Papua serta upaya-upaya rehabilitasi pascakericuhan.

Selain itu, pihaknya juga akan memperdalam sikap pemerintah atas kegiatan pengibaran bendera bintang kejora di depan istana negara.

“Kami prihatin atas kedua kejadian itu, dan kami mendorong pemerintah berperan aktif dalam penanganannya,” katanya lagi.

Secara pribadi dirinya menilai pengibaran bintang kejora di halaman istana negara tidak bisa ditoleransi, dan merupakan bentuk pengingkaran terhadap kemerdekaan yang diraih oleh para pahlawan di masa lampau.

Sementara ketika ditanya apakah ada indikasi terlibatnya pihak asing pada kerusuhan di Papua, pihaknya menjawab pasti ada, namun siapa mereka ia tidak menjawab secara lugas.

“Dalam hal itu pemerintah mesti aktif sehingga siapa aktor di balik kejadian ini bisa diketahui,” imbuhnya.

Sebelumnya, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meminta pemerintah bersikap tegas terkait keterlibatan pihak-pihak asing dalam insiden di Papua.

“Menkopolhukam, Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan telah menyebutkan adanya keterlibatan pihak-pihak asing dalam insiden di Papua,” ujar Hikmahanto Juwana.

Ia mengatakan dalam analisa hukum yang dimaksud dengan pihak asing tersebut ada dua kategori.

Pertama adalah orang asal Papua yang berkewarganegaraan asing atau orang asing yang bersimpati terhadap orang Papua namun mereka berdomisili di luar Indonesia.

“Kedua adalah warga negara asing yang berada di Papua. Mereka melakukan tindakan-tindakan untuk mendukung Papua merdeka,” kata dia.

Tujuan keterlibatan mereka adalah memanfaatkan insiden Papua untuk menyuarakan urgensi memerdekakan Papua, ujar Hikmahanto. (mes)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB