Debat Panas BW dengan Tim Hukum Jokowi soal Dramatisasi Saksi

- Pewarta

Rabu, 19 Juni 2019 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Sidang kedua sengketa perselisihan hasil pemilihan umum Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai pada Selasa sore 18 Juni 2019. Di akhir sidang, Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjajanto terlibat adu argumen dengan anggota Tim Hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Luhut Pangaribuan.

Adu argumen tersebut berawal saat Bambang mengajukan surat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ke Hakim MK untuk meminta perlindungan saksi yang akan dihadirkan. Bambang menuturkan pihaknya berharap ada perlindungan saksi tak hanya di dalam ruang persidangan melainkan juga saat saksi berada di luar persidangan.

“Karena itu kami mengajukan surat, semua bergantung pada Mahkamah. Dalam salah satu pasal, Mahkamah bahkan bisa memanggil saksi yang diperlukan,” kata pria yang akrab disapa BW di ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

BW juga mengatakan setelah berkonsultasi dengan LPSK. Namun, ternyata LPSK memiliki keterbatasan. Perlindungan saksi yang diberikan LPSK hanya berkaitan dengan perkara pidana.

“Kalau tidak mampu diselesaikan ini bukan masalah Mahkamah. Konstruksi hukum kami menjelaskan ada problem dengan aparat penegak hukum kita, saya tidak ingin memperpanjang ini,” kata BW.

Atas pernyataan BW tersebut, Anggota Majelis Hakim MK, Saldi Isra mengatakan bahwasanya berdasarkan aturan jumlah saksi yang dapat dihadirkan hanya 15 orang. Sedangkan untuk saksi ahli sebanyak 2 orang.

“Jumlah 15 fix, Pak Bambang yang menentukan yang besok akan kami ambil sumpahnya. Jangan berikan beban itu kepada Mahkamah. Soal menentukan mana itu wilayah pihak pemohon. Jangan tambah beban mahkamah terkait hal-hal seperti ini,” kata Saldi.

Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Luhut Pangaribuan langsung menanggapi apa yang disampaikan BW. Luhut meminta kepada Majelis Hakim MK agar Tim Hukum Prabowo-Sandi itu menjelaskan secara tuntas maksud ancaman yang dimaksud.

Menurutnya, jika tak dijelaskan secara tuntas terkait adanya ancaman tersebut justru terkesan seperti tuduhan bersembunyi.

“Kalau sungguh (ancaman) itu ada, apa dia bisa disampaikan ancaman yang diterima, dan apakah selain konsultasi kepada LPSK, apakah sudah sampaikan kepada Kepolisian dan seterusnya? Ini tidak baik, kalau tidak dituntaskan karena ini menjadi sifatnya insinuasi. Jadi seolah drama yang tidak memperhatikan orang-orang dalam persidangan ini,” kata Luhut.

BW merasa keberatan dengan apa yang dikatakan Luhut. BW menyebut telah terjadi drama dalam persidangan atas perkataan Luhut.

“Saya keberatan dan ini malah yang dinamakan drama. Jangan bermain drama di sore hari oleh orang yang bernama Luhut. Saya keberatan dengan kata-kata dramatisasi,” ujar BW.

Kemudian, Luhut pun kembali menanggapi pernyataan BW. Luhut meminta BW untuk menuntaskan pernyataan yang menyabut adanya ancaman terhadap saksi.

“Ini tolong dituntaskan. Syukur kalau betul ini drama, kalau sungguh-sungguh mari dijelaskan,” kata Luhut.

Setelah itu, BW kembali mempertanyakan jika benar terjadi ancaman terhadap saksi yang akan dihadirkan oleh pihaknya maka pihak mana yang akan bertanggung jawab atas hak itu

“Kalau ada ancaman faktual itu terjadi siapa yang bertanggung jawab. Mohon Pak Ketua, saya tidak menyelak ketua dan anggota. Jadi, kalau memang itu tuntutannya, baik kami akan jelaskan. Kami akan jelaskan kepada pimpinan, tapi tidak dibuka kepada publik, bukan kepada pihak terkait,” ujar BW.

Setelah itu, BW siap jika diminta dan bahkan menghadirkan orang yang merasa terancam dengan kesaksiannya kepada majelis hakim. Majelis Hakim tidak melarang BW tetap melayangkan surat dari LPSK untuk perlindungan saksi.

Namun, Hakim MK tetap kepada keputusannya yang hanya menjamin keamanan dan keselamatan saksi di ruang sidang. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB