Cetakan Pertama Buku “Banjir Darah” Ludes dalam Hitungan Jam!

- Pewarta

Senin, 10 Agustus 2020 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Di tengah ramainya polemik tentang RUU HIP/BPIP yang membuat banyak pihak mencurigai ada anasir muatan semangat komunisme di dalam RUU tersebut, Penerbit Istanbul Solo justru menerbitkan buku berjudul BANJIR DARAH (Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiai, Santri, dan Kaum Muslimin) yang ditulis oleh Anab Afifi dan Thowaf Zuharon.    

Menurut perwakilan penerbit Istanbul, buku tersebut merupakan sejarah yang selama ini ditutup-tutupi dan diingkari, kemudian dicoba dikuak kembali melalui sebuah buku yang mengangkat fakta sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Kiai, Santri, Kaum Muslimin, dan mereka yang dibenci oleh PKI. 

“Buku ini disusun berdasarkan hasil wawancara para saksi hidup dan pelaku sejarah, ditulis dengan narasi yang hidup dan memikat, yang mampu menyedot emosi pembaca, seolah ikut menyaksikan peristiwa itu,” jelas Bambang Soekirno, Direktur Utama penerbit Istanbul, di Solo, pada akhir pekan pertama Agustus 2020 lalu.  

Bambang sendiri tidak menyangka, buku Banjir Darah mendapatkan response yang sangat luar biasa dari para khalayak pencinta buku dan sejarah di Indonesia. Sebelum buku ini turun cetak pada pekan pertama Agustus 2020, buku Banjir Darah sudah menjadi perbincangan cukup hangat di berbagai linimasa media sosial maupun whatssapp.

Para konsumen buku, para re-seller buku, para distributor buku yang memasarkan buku secara digital, sangat riuh menghubungi penerbit istanbul dan memesan jauh-jauh hari sebelum buku Banjir Darah turun cetak.

“Seorang reseller millenial datang memborong buku Banjir Darah. Tidak tanggung-tangung. Reseller tersebut membawa truk untuk membeli dan mengangkut buku Banjir Darah dalam jumlah yang sangat besar. Penerbit tak kuasa menolak. Karena dia membawa uang cash,” kata Mustarom, Direktur Marketing penerbit Istanbul.

Padahal, menurut pantauan Mustarom, masih banyak sekali konsumen maupun reseller yang juga akan membeli buku ini secara cash. 

“Saya bingung membagi. Sebab banjir pesanan. Jumlah pemesan buku melebihi jumlah eksemplar yang dicetak. Jam 15 sore baru akan turun cetak, jam 11 siang sudah habis dipesan. Bahkan, para pemesan ada yang harus mengantri hingga tanggal 10 Agustus 2020 mendatang,” kata Mustarom.

Tak pelak, penerbit Istanbul harus menghentikan mesin cetak lain, demi mendahulukan pencetakan buku Banjir Darah yang sudah diantri oleh berbagai pembaca dari Sabang hingga Merauke. Percetakan pun dipaksa melipatgankan mesin yang bekerja khusus untuk buku ini.

Hasilnya,  buku ini akan siap didistribusikan kepada pemesan mulai tanggal 10 Agustus 2020.

Sesuai jadwal. Malam demi malam, penerbit terus sibuk melakukan packing buku untuk pengiriman.

Banjirnya pesanan atas buku Banjir Darah ini baru melalui jalur perdagangan buku online maupun sosial media. Sama sekali belum menyentuh perdagangan di toko buku maupun perdagangan buku konvensional.

“Kami sudah sangat kewalahan memenuhi pesanan dari Sumatra hingga Papua. Ludes dalam hitungan jam. Yang heran, justru banyak sekali pesanan buku Banjir Darah dari luar Pulau Jawa,” jelas Mustarom. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB