Neta S Pane : KPK Harus Bisa Dikoreksi

- Pewarta

Selasa, 6 Agustus 2019 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk membuat lembaga itu bisa dikoreksi.

Neta menilai selama ini KPK sudah menjelma menjadi lembaga yang sangat ditakuti. Kondisi ini menurutnya sangat bahaya. Jika suatu lembaga sangat ditakuti maka tidak ada yang berani mengoreksi.

“KPK pun menjadi otoriter dan sok benar sendiri. Apa pun yang terjadi dan apa pun yang dilakukannya, sekalipun keliru atau salah, akan dianggap selalu benar,” kata Neta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurut dia, tantangan pimpinan KPK mendatang adalah melakukan berbagai perbaikan, meliputi undang-undang dan peraturan pemerintah, pengembangan struktural dengan titik berat pada orientasi pendidikan publik, pemberantasan korupsi dengan pendekatan pencegahan.

Selanjutnya adalah tugas pembantuan program pemerintah, peningkatan pendapatan negara dan daerah, mengembalikan aset negara dan daerah, memperkuat fungsi koordinasi dan supervisi dengan instansi yang bertugas dalam pemberantasan korupsi, serta penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dengan titik berat kerugian negara dan perekonomian negara sebagaimana diamanatkan Pasal 11 UU No. 30 Tahun 2002.

“Fakta-fakta inilah yang menjadi tantangan pimpinan KPK 2019-2023,” ujar Neta.

IPW menyatakan respek dan apresiasi kepada ketua dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berani menilai LKP KPK tahun 2018 dengan predikat wajar dengan pengecualian WDP.

Menurut Neta, nilai WDP itu sangat memalukan bagi KPK. Lembaga superbody dalam pemberantasan korupsi itu seharusnya tampil wajar tanpa pengecualian (WTP). Dengan WDP, lanjut Neta, berarti banyak kekeliruan dalam penggunaan anggaran yang ujung-ujungnya potensi korupsinya tinggi.

“Tapi siapa yang berani mengusut dugaan korupsi di KPK. Inilah masalah besar yang harus diperbaiki di KPK. Untuk itu, pansel harus benar-benar bisa mendapat pimpinan KPK yang membawa aura baru di lembaga antirasuah itu,” kata Neta. (sig)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB