IPW Apresiasi Ketatnya Pansel Seleksi Capim KPK

- Pewarta

Selasa, 6 Agustus 2019 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengapresiasi proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlangsung ketat.

“Proses seleksi yang ketat yang dilakukan pansel terhadap capim KPK patut diacungi jempol,” kata Neta, melalui pernyataan tertulis yang diterima, di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Pada tahapan psikotes, kata dia, dari 104 calon, pansel menyisihkan 64 orang, termasuk tiga jenderal senior Polri, dan hanya tersisa 40 orang.

Ia berharap pada tahapan selanjutnya, yakni “profile assessment”, 8-9 Agustus mendatang, pansel juga bisa menyeleksi secara ketat para calon.

“Pansel KPK bisa menyeleksi secara ketat capim hingga menyisakan empat polisi, dua jaksa, dan 14 figur lainnya yang punya kompetensi untuk ikut seleksi tahap akhir,” katanya.

Mengingat kepemimpinan selama ini gagal membangun soliditas KPK, IPW menyarankan agar pansel tidak mengikutkan petahana dalam 10 besar.

Neta melihat KPK ke depan harus diisi oleh dua perwira tinggi Polri sebagai pimpinan agar KPK bisa tegas dan tidak takut pada bawahan, serta Wadah Pegawai (WP).

“Selama ini, ketidaktegasan pimpinan KPK dan sikap takut pada bawahan menjadi sumber kacaunya KPK. Ke depan, hal ini harus segera diperbaiki,” katanya.

Selain itu, IPW berharap pansel tidak perlu menggubris soal polemik laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), kecuali mereka sudah dinyatakan sebagai pimpinan KPK.

Apalagi, kata dia, undang-undang juga tidak mewajibkan LHKPN itu diminta saat proses seleksi sehingga.salah kaprah jika ada pihak yang mempermasalahkan LHKPN pada tahap seleksi.

“Kalaupun ada capim yang menyerahkan LHKPN-nya, tentu tidak masalah. Lagian di UU tidak menyebutkan adanya sanksi bagi pejabat negara yang tidak menyerahkan LHKPN,” kata Neta. (zuh)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB