Pakar : Kekuatan Oposisi Jangan Cuma Dihitung dari Kursi

- Pewarta

Senin, 5 Agustus 2019 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Dr Emrus Sihombing mengingatkan kekuatan oposisi jangan sebatas dilihat dari perolehan kursi di parlemen.

“Begini, sekalipun nanti cuma Partai Keadilan Sejahtera (PKS), cuma satu yang di oposisi pun tak masalah,” katanya, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Sabtu (3/8/2019), menanggapi perkembangan peta koalisi partai politik.

Menurut dia, kebanyakan orang menganggap oposisi harus memiliki perolehan kursi yang seimbang di DPR.

Ketika zaman dulu belum ada media sosial, kata dia, anggapan tersebut benar. Tetapi, pandangan semacam itu sekarang ini tidak berlaku lagi.

“Kenapa? Masyarakat sekarang ini bisa berperan mendukung pemerintah atau menjadi oposisi, melalui media sosial (medsos),” katanya.

Seiring dengan itu, kata Direktur Eksekutif Emrus Corner itu, banyak konsep politik yang mengalami perubahan karena medsos memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan sosial.

“Jadi, salah besar jika hanya PKS di oposisi maka tidak akan seimbang. Tidak bisa ‘check and balance’, siapa bilang?” katanya.

Demokrasi, kata dia, harus dilihat dari aspek kualitatif sehingga kekuatan oposisi tidak lagi sebatas dilihat dari jumlah kursi.

Emrus mengatakan jika nantinya partai-partai besar, seperti Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Gerindra bergabung ke pemerintahan tidak masalah.

“Rakyat juga bisa melakukan ‘check and balance’. Apakah PKS sebagai oposisi tidak bisa mengajukan program dan gagasan yang menjadi antitesis pemerintah? Kan tetap bisa,” katanya. (zuh)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB