Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ada sebuah nilai yang diperjuangkan dalam setiap pertarungan politik. Di mana, petarung wajib menjaga kredibilitasnya pada nilai-nilai tersebut.
Begitu tegas Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat berbicara di Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (9/7/2019) malam.
Atas alasan itu, dia menilai bahwa sepatutnya partai-partai pendukung pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di luar lingkaran koalisi Jokowi-Maruf Amin untuk lima tahun mendatang.
“Secara etika dan logikanya, kita mengambil posisi tidak di dalam pemerintahan atau oposisi,” tegasnya.
Selain menjaga nilai perjuangan, juga untuk memastikan proses check and balances di iklim demokrasi tetap terjadi.
Meski demikian, Mardani mengakui bahwa semua partai pendukung 02 belum menentukan sikap, termasuk PKS. Ada mekanisme masing-masing dalam menentukan posisi lima tahun mendatang.
Di PKS, keputusan itu harus diambil melalui forum musyawarah majelis syuro.
“Tetapi aspirasi konstituen PKS, termasuk saya pribadi, ingin konsisten di oposisi. Belakangan saya menggagas hashtag, #KamiOposisi,” tegasnya.
“Di luar maupun di dalam merupakan bagian kecintaan pada negeri ini,” pungkas Mardani. (*)





![Li Zijun (right), a scholar of the Chinese Theatre Literature Society, displays a photo of his grandfather, Li Hongchun, portraying the legendary Chinese figure Guan Gong during the International Youth Dialogue on Loyalty and Honor Without Borders in Yuncheng, Shanxi province, on Wednesday. [Photo by Zhu Xingxin/China Daily]](https://adilmakmur.co.id/wp-content/uploads/2026/10/20261014044010EDT_image_1-225x129.jpg)