Mantan Militan FTF ISIS Diminta Jangan Dimarginalkan

- Pewarta

Rabu, 10 Juli 2019 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menilai mantan militan ISIS atau Foreign Terrorist Fighters (FTF) tidak boleh dimarginalkan.

“Di satu sisi kita siapkan pencegahan, di sisi lain yang sudah terpapar kita netralkan bukan dimarginalkan. Tinggal tunggu waktu saja kalau dimarginalkan,” kata Suhardi Alius dalam diskusi bertajuk “Para Pengejar Mimpi ISIS: Layakkah Mereka Kembali?”, di Jakarta, Selasa (9/7/2019).
​​​​
Pernyataan Suhardi terkait kalahnya benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz, Dayr Az-Zawr, oleh militer koalisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang membuat puluhan ribu orang, yang dulu bergabung dengan kelompok teroris itu terkatung-katung.

Sedikitnya terdapat sekitar 73 ribu pengungsi yang merupakan wanita dan anak-anak kini berada di kamp Pengungsian Al-Hawl, di antaranya termasuk dari Indonesia.

Terdapat pula pria asal Indonesia yang kini berada di tahanan Suriah. Semuanya menyatakan ingin kembali ke tanah air.

Berdasarkan penelusuran BNPT tidak sedikit anak-anak WNI yang dibawa ke Suriah menyatakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia untuk mengejar prestasi akademiknya kembali.

Ada pula fakta bahwa perempuan WNI yang pergi bersama suaminya dan anak-anaknya ke Suriah dan menjadi bagian dari ISIS, namun dalam perjalanannya suaminya meninggal dunia dan perempuan WNI itu kemudian menikah dengan kombatan ISIS dan memiliki anak.

Anak-anak hasil perkawinan dengan kombatan ISIS itu turut menjadi persoalan lain apakah akan dibawa ke tanah air atau tidak.

Meskipun demikian, kata Suhardi, keputusan terkait dipulangkan atau tidaknya WNI mantan FTF ISIS ke Tanah Air, akan dibicarakan lintas sektoral.

Dia mengatakan di Eropa, warga negara yang berperang untuk negara asing secara otomatis akan kehilangan kewarganegaraannya. Namun hal itu masih menjadi perdebatan di Indonesia.

Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail yang banyak meneliti terkait FTF menilai bahwa WNI mantan kombatan ISIS jika dilatih oleh BNPT dapat menjadi role model membawa virus kebaikan bagi pihak-pihak yang belum terpapar radikalisme.

Dia memberikan contoh, ketika seseorang yang bukan perokok mengimbau seorang perokok untuk berhenti merokok, maka imbauannya tidak akan diindahkan.

Sebaliknya, jika imbauan itu dilontarkan mantan perokok yang menderita penyakit maka imbauannya kemungkinan besar akan diikuti.

Begitu juga dengan mantan kombatan ISIS, menurut Noor Huda, dapat memberikan virus positif melalui testimoni tentang buruknya kelompok radikal.

Noor Huda mengatakan berdasarkan penelitiannya, masalah keterlibatan WNI dalam kelompok radikal seperti ISIS sangat kompleks. Kebanyakan mereka yang terlibat tidak pernah berniat untuk membunuh atau berperang.

“Mereka awalnya hanya ingin menjadi bagian dari khilafah atau mereka kecewa pemerintahan di Indonesia masih ada korupsi dan sebagainya,” kata Noor Huda. (ran)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB