Bamsoet Minta Polisi Tindak Lanjuti Pernyataan Moeldoko

- Pewarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta kepolisian untuk menindaklanjuti pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengklaim adanya 30 teroris menyusup massa aksi di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK). Bamsoet menilai, aparat RI memiliki kecakapan untuk menindaklanjuti pernyataan Moeldoko tentang ancaman terorisme.

“Kalau informasi awal sudah dapat, maka kita minta aparat mulai bergerak dan menindak apa yang indikasi yang disampaikan oleh Pak Moeldoko,” kata Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen RI Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Sejauh ini, hingga Kamis (27/6/2019) siang menjelang putusan MK terkait hasil Pilpres, Bamsoet menilai, kondisi keamanan masih relatif baik. “Kalau kita masih aman saat ini maka itu hasil kerja aparat yang bisa eliminir semua gerakan yang mencoba bermain di air keruh,” kata dia.

Bamsoet menilai, polisi sudah melakuan upaya mengungkap beberapa pihak yang memang sengaja ‘memancing di air keruh’. Ia meminta masyarakat tidak merasa khawatir dengan ancaman.

Ia juga berharap, seluruh masyrakat dapat menjaga kondusivitas setelah Putusan MK. “Tetap tenang karena kita percayakan pada aparat untuk mengatasinya makanya saya minta juga kepada para pihak yang masih mencoba mengganggu keamanan, jangan salahkan pihak keamanan kalau mereka bertindak tegas,” kata Bamsoet.

Sebelumnya, Moeldoko menyatakan telah mendeteksi adanya kelompok teroris yang telah masuk ke Jakarta. Mantan panglima TNI ini mengungkapkan, ada sekitar 30 orang yang telah masuk ke Ibu Kota.

Pengamat Terorisme dan Intelijen Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai, pernyataan Moeldoko justru sumir. Sebab, Polri berdasarkan UU nomor 5 tahun 2018 memiliki wewenang untuk melakukan penangkapan terduga teroris yang baru dianggap terindikasi.

Bila sudah sampai di Jakarta, layaknya polisi sudah melakukan penangkapan. “Karenanya pernyataan Moeldoko menjadi sumir, sudah punya informasi 30 orang teroris masuk Jakarta akan ikut aksi di depan MK, tetapi kenapa tidak ditangkap sebelum mereka masuk Jakarta?” kata Harits. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB