Sidang MK Jadi Panggung Politik Rebut Simpati Rakyat

- Pewarta

Senin, 24 Juni 2019 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kanan) dan Denny Indrayana (kiri) mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi dan ahli dari pihak terkait yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kanan) dan Denny Indrayana (kiri) mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi dan ahli dari pihak terkait yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) telah selesai menghadirkan saksi dan kini menunggu hasil sidang para Hakim Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan hasil pilpres 2019. Bagi pengamat, jalannya sidang hanya menjadi sebuah panggung politik. Pasalnya, kubu yang bertentangan saling mencari suara rakyat untuk memberikan kepercayaan mereka.

“Pertama soal panggung politik, memang nyata betul yang dialami seminggu ini begitu banyak yang diungkapkan di sidang merupakan cara mengkomunikasikan kesan kepada pendukung,” ujar Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti di Upnormal Coffe, Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Banyaknya informasi di media massa pun membuat suhu panggung politik semakin meningkat. Masyarakat pun menginginkan informasi valid mengenai persidangan MK.

Bivitri pun menyebutkan bahwa para pendukung dari masing-masing kubu tetap akan mempercayai omongan dari pasangan andalannya. Dengan begitu, kedua belah pihak pun memanfaatkan hal tersebut untuk menarik simpati.

Saat ini, masyarakat tidak mempercayai apa yang disampaikan sesuai dengan fakta di dalam persidangan. Bahkan, saksi yang dihadirkan oleh kubu Prabowo-Sandiaga memberikan pernyataan layaknya seorang ahli.

“Ini cara paling efektif untuk menyampaikan ‘pesan’ seperti kata kata palsu, siluman, rekayasa manipulatif. Pahadal ini harus dilakukan oleh ahli bukan saksi,” tutup dia, seperti dikutip Gatra.com. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB