Gatot Nurmantyo : Enggak Ada dalam Kamusnya TNI Itu Makar

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2019 - 04:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Terkait tuduhan yang dialamatkan kepada sejumlah purnawirawan TNI sebagai dalang kasus makar, kerusuhan di Jakarta, 21-22 Mei lalu, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menegaskan jika tuduhan tersebut sangat menyakitkan.

Ia pun mengajak semua pihak untuk mengedepankan cara-cara persatuan serta komunikasi publik yang menyejukan, dalam menghadapi situasi seperti ini. Tidak mendiskreditkan satu institusi tertentu, terlebih mengaitkan institusi dengan kasus makar yang ancaman hukuman terberatnya adalah hukuman mati.

“Enggak ada dalam kamusnya TNI itu makar, enggak ada. Kalau mau makar, wong dia senjata lengkap, terlatih, tapi itu enggak ada. Maka, dalam konteks ini jangan sampai opini publik ini menuduh bahwa purnawirawan TNI lah yang menjadi dalang, kemudian yang nembak-nembakin,” ujarnya di Kabar Petang TVOne, Selasa (11/6/2019).

Terkait tuduhan itu pula, beberapa purnawirawan TNI menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, untuk mengklarifikasi penetapan tersangka kasus makar.

Sebab, jika bagi masyarakat awam tuduhan makar mungkin dianggap biasa, menurut Gatot, para purnawirawan TNI yang sudah mengabdikan jiwa raganya untuk bangsa dan negara, menilai tuduhan makar sangat melukai mereka.

“Sama saja dikatakan pengkhianat. Lebih baik dikatakan kamu maling, itu enggak usah ke Presiden. Tapi begitu dikatakan makar, saya dikatakan sebagai ksatria, kok (makar), habis sudah semuanya perjuangan selama ini,” tuturnya.

Maka dengan tegas Gatot menyatakan, dirinya tahu persis para seniornya di TNI, yang belakangan dijadikan tersangka makar, punya dedikasi yang tinggi kepada negara. Sebagian besar hidup mereka, disumbangkan untuk negara.

“Tiba-tiba hanya gara-gara komunikasi, dikatakan makar. Bagi seorang patriot, ini sangat menyakitkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB