Pengamat Prediksi Laporan Dugaan Kecurangan Pilpres yang Dibawa ke MK

- Pewarta

Selasa, 28 Mei 2019 - 02:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga resmi menggugat penetapan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), setelah sebelumnya KPU mengumumkan hasil rekapitulasi akhir jumlah perolehan suara Jokowi-Ma’ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Bambang Widjojanto (BW) yang secara resmi ditunjuk menjabat sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Sandi menyerahkan 51 bukti gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi pada Jumat malam (25/5/2019).

Saat konfrensi pers, malam itu, BW mengatakan belum bisa menginformasikan apa saja bukti yang diajukan tersebut.

“Saya bisa menjelaskan, tapi belum bisa (dijelaskan) malam ini,” ujar mantan pimpinan KPK itu.

Sebelumnya, Ketika diwawancara pada Foreign Press Breifing di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat (1/4/2019), juru debat BPN Ahmad Riza Patria menjelaskan tentang hasil temuan kecurangan yang cenderung mengunakan pengaruh kekuasaan untuk mempolitisasi dana desa.

“Luar biasa rezim ini. Saya diinformasikan bahwa kalau Prabowo-Sandi menang, dana desa dihilangkan. Inikan pengaruh kekuasaan yang bermain.” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

Disisi lain pada acara simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019’, Rizal Ramli mengatakan ada 16,5 – 17,5 juta DPT palsu yang belum terselesaikan.

“(kecurangan terjadi) sebelum pilpres, pada saat pilpres, dan setelah pilpres. Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu atau abal-abal yang jumlahnya hampir 17,5 juta,” kata Rizal di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (14/5/2019).

Melihat hal ini pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Adib Miftahul memprediksi bahwa bukti kecurangan yang dibawa BPN ke MK adalah terkait dugaan daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah dan dukungan oleh beberapa kepala daerah secara terang-terangan.

“Bisa diprediksi bahwa bukti yang disiapkan BPN pasti terkait DPT yang dianggap bermasalah,” ujar Adib.

Adib mengatakan bahwa persoalan tentang DPT ini, sejak awal dipermasalahkan oleh kubu BPN. Masalah DPT menjadi semakin berlarut-larut karena KPU tidak memberikan keputusan final mengenai hal itu.

“Seperti yang sebelumnya saya katakan bahwa KPU harus intropeksi diri, salah satunya tentang DPT yang 17,5 juta ini. Hal ini tidak akan menjadi masalah yang berlarut, jika KPU memutuskan sejak awal,” ujar Dosen Fisip ini.

Selanjutnya Adib memaklumi jika keberpihakan sejumlah kepala daerah dipersoalkan dan dibawa ke MK oleh pihak Prabowo Sandi.

“Saya kira wajar jika itu dipermasalahkan. Sebab keberpihakan kepala daerah itu rentan pengunaan fasilitas negara dan pengaruhnya sebagai kepala daerah untuk menggiring suara kepada capres yang didukung, sebab status itu tidak terpisahkan,” kata Adib.

Lanjutnya, Adib mengatakan soal benar atau tidaknya Pemilu 2019 diwarnai praktik kecurangan, masih harus menunggu pembuktiannya dari hasil persidangan yang akan digelar oleh MK beberapa waktu kedepan.

“Ini tentang rasa keadilan ya! Contohnya Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) dan 31 kepala daerah disana sudah diputuskan bersalah oleh bawaslu namun tidak mendapat sangsi apapun. Jadi ada rasa yang belum selesai disana, dan saya kira wajar jika hal ini dilaporkan sebagai salah satu bentuk kecurangan,” tutup Adib. (mil)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB