Prabowo atau Ganjar? PAN Belum Tentukan Sikap Politik Soal Calon Presiden yang akan Diusung

- Pewarta

Kamis, 4 Mei 2023 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Dok. MPR.go.id)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Dok. MPR.go.id)

ADILMAKMUR.CO.ID – Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap politik siapa bakal calon presiden yang akan diusung dan didukung walaupun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah menentukan dukungan capres pada Pemilihan Umum serentak 14 Februari 2024.

“Yah, tentu nanti akan dilanjutkan dengan pertemuan partai politik antarketua partai, antar capres.”

“Tetapi garis besarnya itu, kita melanjutkan komitmen kebangsaan untuk kemajuan NKRI,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada wartawan menanggapi soal capres dan KIB usai menghadiri Rapat Koordinasi di Sulawesi Selatan, Rabu 3 Mei 2023.

Baca artikel menarik lainnya di sini: Prabowo Subianto Sebut Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Sebagai Putra Terbaik Bangsa

Kendati demikian, kata pria disapa Zulhas ini, sudah terlihat ada tiga bakal capres yang tampil ke permukaan seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto yang telah didukung beberapa partai politik.

“Capres ini sudah kelihatan, ada tiga. Ada Anies (diusung) Nasdem, PKS, Demokrat, tapi lagi begini (goyang), “kata Zulhas sembari menggoyangkan tangannya menjawab pertanyaan wartawan.

“Sudah diumumkan juga Ganjar dengan PPP, yang belum itu kita. KIB itu ada tiga (PPP, PAN, PPP). PAN dan Golkar belum (tentukan capres).”

“Satu lagi, KIK (Koalisi Kebangkitan Indonesia) yaitu Gerindra dan PKB, ini juga belum. Koalisinya oke, tapi pasangannya belum cocok,” ungkap dia.

Menurutnya, menentukan capres dan cawapres tidak mudah karena berbagai kepentingan yang dinamis dan irama politik terus bergerak.

Selain itu, Partai Golkar telah jauh hari menentukan Capres-nya (Airlangga Hartarto) pada hasil Musyawarah Nasional (Munas), sehingga keputusan menentukan usungan dan dukungan harus melalui mekanisme partai masing-masing.

“Jadi nggak mudah memang ini. Oleh karena itu, hari-hari ini, partai-partai (belum menentukan).”

“Karena Golkar ada hasil Munas juga menekankan harus jadi capres, paling kurang cawapres. Cuman kan nggak mudah, kita mau tapi orang tidak mau, itu kan repot,” ungkap Menteri Perdagangan RI ini menekankan.

Meski begitu, kata Zulhas, dinamika politik akan terus berkembang dan semakin cair. Walaupun nantinya muncul keadaan terpaksa pada momen tertentu sehingga PAN mau tidak mau akan menentukan sikap politiknya, tapi sejauh ini belum ditentukan.

“Ada yang mau, tapi kita yang nggak mau, sampai nanti keadaan terpaksa. Kalau terpaksa, yah lain lagi, tunggu keadaan terpaksa itu, nunggu waktu mepet. Oleh karena itu, kita tidak usah terburu-buru seperti teman kita PPP, kita lihat aja nanti,” tutur Zulhas mengungkapkan.

Saat ditanyakan apa tujuan dari pertemuan Ketua Umum enam partai besar seperti PAN, Golkar, Gerindra, PKB, PPP, PDI-P di Istana Kepresidenan kemarin, Zulhas mengatakan pertemuan itu direncanakan setelah sebelumnya ada pertemuan koalisi pemerintah di kantor PAN dan belum mengarah ke koalisi besar, tapi hanya dibahas kemajuan bangsa.

Sebelumnya, Zulhas menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Bacaleg dan DPD se-Sulsel dengan menyatakan agar pengurus dan kader mengutamakan fokus pemenangan di pemilihan legislatif (pileg) dari pada Pemilihan Presiden (Pilpres) guna mendulang suara kemenangan mendudukkan sebanyak-banyaknya anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten kota di Pemilu 2024.

Sejauh ini, ada tiga bakal capres masing masing Anies Baswedan diusung Partai NasDem, Demokrat dan PKS. Selanjutnya, Ganjar Pranowo diusung PDI-P, PPP, PSI dan Hanura.

Kemudian, Prabowo Subianto diusung Partai Gerindra dan PKB. Namun demikian, ada dua partai besar belum menentukan pilihan seperti PAN dan Golkar.***

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB