Pemerintah Dinilai Cenderung Lebih Konservatif dalam RAPBN 2021

- Pewarta

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 beserta Nota Keuangannya yang disampaikan Presiden Joko Widodo sangat realistis, bahkan cenderung konservatif. Hal ini diungkapkannya usai mendengarkan Presiden Jokowi menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2021 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat, (14/8/2020).

“Saya melihat apa yang disampaikan pemerintah tadi sangat realistis, bahkan cenderung konservatif. Misalnya defisit APBN dipatok hanya 5,5 persen dari PDB (produk domestic bruto), kurang lebih defisit anggaran kita menjadi sekitar Rp 950 triliun. Kalau dilihat angka belanjanya, kurang lebih Rp 2.774 triliun, dengan pendapatan  Rp 1.776 triliun,” ujar Sugeng.

Pendapat sebesar Rp 1.776 triliun tersebut dijelaskan Sugeng terdiri dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) kurang lebih sekitar Rp 293 triliun, sementara dari sumber pajak sekitar Rp 1.400 triliun. Dari PNBP tersebut berasal dari sumbangan sektor minyak dan gas (migas) serta mineral.

Lifting minyak yang disampaikan pemerintah tadi, lanjut Sugeng, sebesar 705 ribu barel per hari, dan gas 1 juta setara barel per hari. Hal tersebut sama persis asumsi makro yang dibuat di Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu, yakni menurunnya capaian lifting akhir tahun 2019 lalu sekitar 735 ribu barel per hari. Sekarang justru dipatok 705 ribu barel per hari. Dengan Indonesia crude price (ICP) sebesar 45 dolar AS per barel.

“Ini kami nilai optimsitik pemerintah dengan harga crude dunia. Karena konsumsi atau demand dunia terhadap crude saat ini mulai naik. Harga rata-rata WTI serta brand memang berada di sekitar 40 dolar AS per barel. Ini yang menjadi patokan pemerintah,” papar politisi Fraksi NasDem ini.

Dengan melihat angka-angka tadi, Sugeng melihat APBN yang disampaikan pemerintah tersebut sangat realistis, bahkan pruden, ini juga merujuk pada pengalaman empirik yang lain. Padahal dengan disahkannya Perppu  menjadi Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 sebetulnya memberi keleluasan kepada pemerintah termasuk melebarkan defisit APBN sebesar 5,5 persen, dimana sebelumnya sekitar 6,1 persen.

Sugeng melihat hal ini sebagai stimulus, karena terkadang defisit yang besar tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya sebagaimana diketahui beberapa Negara dengan stimulus lebih besar, namun PDB-nya lebih besar tumbuh negatif.

“Kita bersyukur kuartal II adalah minus 5,5 persen. kita berharap kalau pun turun mudah2an hanya ambah dua persen saja, menjadi minus 7 persen, itu masih oke. Karena Pertumbuhan ekonomi didukung oleh konsumsi, ekspor dan investasi. Sebagaimana diketahui ekspor dan investasi memang anjlok, sehingga pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh konsumsi. Yang harus dipastikan, bagaimana APBN yang sebesar Rp 2.700 triliun tadi betul-betul sampai ke rakyat. serta bagaimana skema mengatasi pertumbuhan ekonomi tadi, termasuk menumbuhkan UMKM,” jelasnya. (dpr)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB