Pengamat : Posisi Wamen Obati Kekecewaan Pendukung Jokowi-Ma’ruf

- Pewarta

Senin, 28 Oktober 2019 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilamkmur.co.id, Jakarta – Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai langkah Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri merupakan langkah tepat untuk mengobati para pendukungnya yang kecewa tidak mendapatkan kursi menteri.

“Presiden punya banyak cara untuk mengobati kekecewaan dari 266 anggota parpol, relawan, serta ormas pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf yang urung diangkat menjadi menteri. Salah satunya, Presiden bisa mengangkat mereka menjadi wakil menteri,” kata Said di Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Said mengatakan, kejujuran Presiden yang mengungkapkan fakta bahwa ada 300 nama yang diajukan sebagai calon menteri oleh partai politik, relawan, serta ormas pendukungnya merupakan sebuah kabar yang berharga dan patut diapresiasi.

Kejujuran Presiden itu menurut dia telah mengungkap tabir bahwa dukungan parpol dan relawan para Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 bukan tanpa syarat.

“Sebab, kalau dukungan politik yang pernah mereka berikan itu murni tanpa syarat, mengapa harus aktif mengajukan 300 nama calon menteri kepada Presiden? Seharusnya mereka pasif saja, kalau Presiden minta, baru mengajukan nama,” ujarnya.

Menurut Said, kalau para pendukung Jokowi tetap mengharapkan jabatan, Presiden sebetulnya punya banyak cara untuk “mengobati” rasa kecewa tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan jatah kursi wakil menteri (wamen).

Dia mengatakan tidak ada peraturan perundang-undangan yang membatasi jumlah wamen, maka sepanjang Presiden siap menerima kritik dari masyarakat jabatan wakil menteri bisa saja kembali dibentuk bahkan di seluruh kementerian.

“Presiden berwenang membuat penilaian bahwa kementerian memiliki ‘beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus’, dan hanya itu satu-satunya syarat pengangkatan wamen yang ditentukan dalam Undang-Undang Kementerian Negara,” katanya.

Said mengatakan, untuk menghindari tudingan Presiden sedang mengobral jabatan sebagai hadiah politik, maka Presiden bisa menjelaskan kepada masyarakat dengan membuat “job analysis” dan “job spesification” posisi wamen menggunakan ilmu “cocoklogi”.

Menurut dia, pokoknya bagaimana caranya pendukung yang kecewa karena tidak menduduki kursi wakil di semua kementerian, sehingga terserah Presiden ingin mengobati kekecewaan para pendukungnya atau tidak.

Said mengatakan kalau Presiden mau mengobati kekecewaan para pendukungnya itu, celahnya ada namun dirinya tentu tidak dalam posisi membenarkan apalagi menganjurkan, tetapi sekedar ingin mengatakan bahwa di sana ada jalan. (ibl)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB