Komnas PA: Sukabumi Belum Ramah Anak

- Pewarta

Kamis, 3 Oktober 2019 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Sukabumi – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan Kota Sukabumi, Jawa Barat belum bisa dikatakan daerah atau kota ramah anak karena masih banyak kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi setiap tahunnya.

“Sejak 2014 Kota Sukabumi pernah diguncang kasus pelecehan seksual terhadap ratusan anak dengan pelakunya adalah pria dewasa yang dikenal dengan Emon, sekarang di daerah itu kembali terjadi kasus kekerasan terhadap anak yang pelakunya adalah ibu dan kakak tiri korban,” kata Ketua Umum Komnas PA Aries Merdeka Sirait di Sukabumi, Selasa (1/10/2019).

Ia menyebut Sukabumi bukan daerah ramah anak dikarenakan rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan untuk anak tetapi malah menjadi tempat yang tidak aman seperti kasus pembunuhan anak di bawah umur yang pelakunya ibu tiri korban berinisial Yu (39) bersama kedua kakak tirinya berinisial RG (16) dan Ru (13).

Bahkan, setelah mendapatkan informasi adanya kasus ini, kata dia, dirinya pun tidak menyangka dan baru pertama kali terjadi di Indonesia. Ini di luar dugaan pihaknya, karena selain membunuh anak angkatnya ternyata korban diperkosa beberapa kali oleh kakak tirinya.

Ditambah kasus ini semakin pelik karena pelaku yang berstatus ibu dan anak kandung melakukan hubungan layaknya suami istri (inses) dan dilakukannya berulang-ulang secara sadar.

Seharusnya agar daerah bisa mendapatkan gelar ramah anak ini harus dimulai dari rumah, kemudian pemberdayaan masyarakat kampung, desa dan sekitarnya untuk saling menguatkan bahwa setiap anak yang ada di lingkungan itu merupakan anak bersama yang harus dilindungi.

“Sehingga setiap warga harus bisa saling mengkontrol dan harus peduli terhadap anak jika mendapatkan kekerasan dari keluarganya dengan cara mengamankannya jangan sampai anak itu menjadi korban,” tambahnya.

Aries mengatakan dalam dua tahun terakhir ini pihaknya membangun gerakan perlindungan anak sekampung yang berbasis kampung. Sehingga jika Sukabumi mau menuju kota layak anak harus dimulai dari rumah kemudian lingkungan.

Sehingga Kota Sukabumi harus berbenah karena sejak kasus Emon tidak ada perubahan bahkan semakin meningkat. Selain itu, harus peduli jangan sampai ada pembiaran dan tentunya siapapun harus bisa memberikan perlindungan terhadap anak. (aar)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB