Wiranto : Peristiwa di Yahukimo Tak Terkait Demo Papua

- Pewarta

Jumat, 6 September 2019 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan peristiwa penyerangan terhadap pendulang emas di Yahukimo tidak berkaitan dengan demo Papua yang berujung anarkis.

“Itu konflik horizontal saja antara penambang emas dari luar daerah dan penduduk setempat,” kata Wiranto saat konferensi pers terkait dengan situasi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurut dia, konflik tersebut merupakan kelanjutan dari persoalan lama yang pernah terjadi dan tidak ada kaitannya dengan demo di Papua.

Saat ini, kata dia, aparat keamanan sudah berada di Yahukimo untuk memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut, termasuk mengevakuasi para pendulang emas.

“Sekarang aparat keamanan sudah di sana, kemudian 97 pendulang emas dari berbagai lokasi juga sudah dievakuasi,” kata Wiranto.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan ada lima orang pendulang emas yang diduga dianiaya dan tewas di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Dugaan sementara, para korban diserang pelaku dengan menggunakan panah, tombak, dan parang.

TNI telah mengirim satu helikopter ke Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk memindahkan sebagian pekerja tambang yang dilaporkan selamat dari pembantaian di perbatasan Kabupaten Yahukimo, Papua.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letnan Kolonel Infanteri Candra Dianto di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (4/9/2019), mengaku belum mengetahui jumlah korban yang dibantai kelompok masyarakat.

“Helikopter ini yang akan melakukan evakuasi, pertolongan terhadap masyarakat yang masih ada di lokasi,” katanya.

Ia menyebutkan 273 warga pendatang yang takut diserang di Yahukimo telah mengungsi ke Kabupaten Boven Digoel, Papua.

“Informasi baru ada tambahan 30 orang pengungsi yang menyelamatkan diri dari lokasi tambang. Sebagian belum menyeberang sungai karena perahu cepat terbatas jadi masih menunggu antrean,” katanya. (zls)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB