Warga Korban Keracunan di Sukabumi Bertambah

- Pewarta

Senin, 16 Desember 2019 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Sukabumi – Jumlah warga yang menjadi korban keracunan di dua desa di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat usai menyantap makanan pada acara Maulidan pada Sabtu, (14/12/2019) bertambah.

“Hingga saat ini jumlah sementara korban keracunan yang merupakan warga Kampung Barujagong RT 04/10, Desa Cisarua dan Kampung Sinagarkolot RT 01/08, Desa Nagrak Utara mencapai 83 orang,” kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, warga yang keracunan tersebut sebanyak 58 orang ditangani di Puskesmas Nagrak, 23 orang ditangani di posko kesehatan yang dibangun di sekitar lokasi kejadian dan dua orang lainnya harus dirujuk RS Sekarwangi Cibadak karena kondisi kesehatannya terus menurun.

Selain itu, 37 orang dari jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sudah pulang dan menjalani perawatan jalan. ‘Tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang menjadi korban keracunan bertambah,” ujar dia.

Kasus keracunan makanan yang mulai terjadi pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB tersebut hingga hari Ahad masih ditangani petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Pihaknya juga masih bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi korban baik dari rumah ke puskesmas atau posko kesehatan maupun ke rumah sakit.

Warga yang mengalami gejala keracunan terus bertambah sejak Minggu (15/12/2019) pukul 10.30 WIB. Mereka mayoritas mengeluh pusing, mual, muntah, diare hingga bolak balik buang air besar (BAB).

“Petugas dari kepolisian dan Dinkes pun sudah mengambil contoh makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini seperti telur, gudeg nangka, mie, dan sambal,” tambahnya.

Daeng mengatakan dalam penanganan kasus keracunan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dan menyiagakan relawan serta petugas penanggulangan bencana di lokasi. (aar)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:55 WIB

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Berita Terbaru