Adilmakmur.co.id, Bandarlampung – Ratusaan warga Kota Bandarlampung yang tinggal di pesisir Teluk Lampung dan sekitarnya kembali mengungsi di posko pengungsian di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung.
“Saya kembali lagi karena dengar kabar nanti malam ada tsunami jam 01.00 wib, makanya saya kembali lagi mengungsi,”ujar putri pengungsi asal Kotakarang, Telukbetung, di Bandarlampung, Rabu (26/12/2018) dini hari.
BACA JUGA : Destinasi Wisata di Kalianda Rusak Akibat Tsunami
Menurutnya, kedatangan ke lokasi ini unthk mengungsi, karena mendengar kabar bahwa pada pukul 01.00 wib akan terjadi gempa dan tsunami.
Selain itu, mengungsi ke Kantor Gubernur karena sangat aman, karena jaraknya jauh dari air laut dan berada dataran tinggi.
Ia mengatakan, ini merupakan hari ketiga setelah malam pertama kejadian tsunami pada Sabtu malam tersebut.
Mengenai letak tempat tinggalnya, Putri menjelaskan, bahwa rumahnya itu berjarak 500 meter dari pinggir pantai.
“Bila sudah aman saya dan keluarga akan pulang lagi ke rumah. Karena lebih nyaman tidur di rumah,” katanya.
Waliyah warga Lempasing, Kota Bandarlampung mengatakan, masih trauma bila mendengar ombak besar dan angin. apalagi malam tiba, anginnya cukup kencang.
Baca Juga:
Coda Luncurkan Kampanye Regional untuk Cegah Penipuan Daring bagi Pemain Gim
“Saya masih takut mas. Bila sudah kembali kondusif saya pulang ke rumah. Siapa yang betah tinggal di pengungsian, pasti tidak ada,” katanya.
Dia mengatakan, untuk pulang ke rumah masih akan menunggu informasi jelas dari BMKG tentang perkiraan cuaca apakah akan ada taunami atau tidak.
Sementara itu ketika ditanya informasi dari mana datangnya, rata-rata pengungsi mengaku hanya mendapatkan kabar dari mulut ke mulut dan pesan singkat melalui telepon seluler.
Sebagian warga ada juga yang tidak mempercayai informasi tersebut, namun lebih baik ikut mengungsi untuk mengantisipasi. (tri)





