Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh.
Tampak sangat jelas adanya rekaman seismik yang terjadi pada pukul 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB.
Lama durasi rekaman seismik berlangsung cukup singkat hanya selama 7 detik.
Anomali seismik ini tampak sebagai gelombang frekuensi rendah (low frekuensi).
Sepintas bentuk gelombangnya (waveform) seismiknya mirip rekaman longsoran atau gerakan tanah.
Fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh yang dapat didengar warga di sekitarnya.
Menurut laporan warga, getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur, jadi dugaan kuat yang terjadi adalah adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat hingga terekam di sensor gempa milik BMKG.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





